kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Negara Terkena Sanksi Ekonomi, The Rich Kids of Tehran Tetap Beraksi


Sabtu, 20 Juli 2019 / 05:15 WIB


Sumber: DW.com | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

Kakek buyutnya dulu memimpin revolusi dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang miskin dan kurang beruntung. Namun sampai sekarang orang-orang itu tetap juga hidup menderita di bawah tekanan sanksi AS.

Tumbuhnya ketimpangan

Di negara ini kesenjangan antara kaum miskin dan kaya terus melebar. Dari 81 juta orang Iran, hanya dua juta atau sekitar 2,5 persen yang dikategorikan sebagai kelompok berpenghasilan tinggi. Satu keluarga yang beranggota empat orang dalam kategori ini setidaknya hidup dari penghasilan 1300 euro (Rp 20,6juta) per bulan, menurut statistik yang dirilis sebelum krisis ekonomi di Iran.

Di atas kelompok ini ada segelintir orang-orang yang menerima bayaran dalam mata uang dolar dan euro. Mereka pun tidak ragu menyembunyikan kekayaannya. Utamanya, mereka gemar sekali pamer di jejaring media sosial.

Baca Juga: Bill Gates: Kesalahan terbesar saya adalah kalah dari Android

Akun Instagram "Rich Kids of Tehran" kini punya 146.000 pengikut. Yang dipajang di sana adalah foto-foto anak muda yang cantik dan kaya dengan pakaian mahal dan mewah di vila-vila yang megah.

Gaya hidup para anak muda elit ini adalah impian banyak anak muda Iran. Namun kebanyakan rakyat jelata hanya mampu membeli barang bermerek palsu atau pakaian dari Grand Bazaar di Teheran yang kemudian dikirim ke seluruh penjuru negeri.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×