kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Netanyahu Bertolak ke Washington, Bahas Iran dan Perdamaian Timur Tengah dengan Trump


Senin, 27 Juli 2026 / 20:02 WIB
Netanyahu Bertolak ke Washington, Bahas Iran dan Perdamaian Timur Tengah dengan Trump
ILUSTRASI. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertolak ke Washington pada Senin (27/7/2026) untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS/Ronen Zvulun)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertolak ke Washington pada Senin (27/7/2026) untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan ini menjadi pembicaraan tatap muka pertama kedua pemimpin sejak konflik antara Israel dan Iran pecah beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut juga menjadi pertemuan kedelapan Netanyahu dengan Trump sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS, sekaligus pertemuan pertama mereka sejak Februari, tepat sebelum Israel dan Amerika Serikat melancarkan operasi udara bersama terhadap Iran.

Dalam pernyataan video sebelum keberangkatannya, Netanyahu mengatakan pembahasan dengan Trump akan berfokus pada berbagai isu strategis, terutama Iran.

"Di masa-masa yang kompleks seperti sekarang, kita harus bertindak dengan tekad yang kuat sekaligus kebijaksanaan yang besar. Kami akan membahas seluruh agenda yang ada, terutama Iran. Tentu saja, tujuan kami adalah melindungi keamanan kami sekaligus memperluas lingkaran perdamaian di sekitar kami," ujar Netanyahu.

Baca Juga: Presiden FIFA Balas Kritik Piala Dunia: Kalian Terlalu Sibuk Membenci

Ketegangan dengan Iran Mereda

Israel tidak terlibat dalam kampanye pengeboman Amerika Serikat selama dua pekan pada bulan ini yang memicu Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS.

Trump kemudian menghentikan operasi militer tersebut pada akhir pekan lalu. Sebagai respons, Iran menyatakan akan menghentikan serangannya selama penghentian operasi oleh AS masih berlangsung.

Meski demikian, Israel menegaskan bahwa setiap serangan dari Teheran akan dibalas dengan respons militer yang tegas.

Hubungan Netanyahu dan Trump Sempat Memanas

Dalam beberapa pekan terakhir, Netanyahu mengakui dirinya dan Trump memiliki sejumlah perbedaan pandangan, seiring kepentingan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan arah yang berbeda.

Hubungan kedua pemimpin bahkan sempat memanas setelah terjadi percakapan telepon pada Juni lalu. Dalam percakapan yang kemudian bocor ke media dan dikonfirmasi langsung oleh Trump, Presiden AS tersebut menyebut Netanyahu sebagai "benar-benar gila".

Insiden itu memperlihatkan adanya ketegangan yang sesekali muncul dalam hubungan kedua pemimpin yang selama ini dikenal sangat dekat.

Baca Juga: Minyak Terjun 7% usai AS dan Iran Hentikan Serangan, Brent Kembali di Bawah US$ 90

Isyarat Dukungan terhadap Rencana Perdamaian Trump

Menjelang pertemuan di Washington, Israel pada Minggu (26/7/2026) menyatakan akan mengizinkan pasukan keamanan multinasional memasuki Jalur Gaza sesuai usulan dalam rencana perdamaian yang diajukan Trump untuk wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada 21 Juli, Israel juga mengumumkan telah merelokasi sebagian pasukannya di Lebanon selatan sebagai bagian dari kesepakatan yang didukung Amerika Serikat dan dicapai bersama otoritas Lebanon dalam beberapa pekan terakhir.

Pertemuan Penting Jelang Pemilu Israel

Pertemuan dengan Trump dinilai memiliki arti politik yang penting bagi Netanyahu di dalam negeri. Hubungan erat yang kembali ditampilkan di hadapan publik dapat memperkuat citra politiknya menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

Saat ini, Netanyahu tengah menghadapi tekanan politik karena hasil sejumlah survei opini menunjukkan tingkat dukungan terhadap dirinya masih tertinggal dibandingkan para pesaingnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×