kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,15   -4,52   -0.50%
  • EMAS939.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Ngebut, Inggris tawarkan vaksin Covid-19 ke masyarakat umum mulai akhir Juli


Minggu, 21 Februari 2021 / 06:35 WIB
Ngebut, Inggris tawarkan vaksin Covid-19 ke masyarakat umum mulai akhir Juli
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Semua orang dewasa di Inggris akan ditawari dosis pertama dari vaksin Covid-19 pada akhir Juli mendatang. Sabtu (20/2), Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan hal tersebut jelang pengumuman pembukaan kembali ekonomi dari penguncian yang dilakukan guna menghadang penyebaran virus corona.

Johnson akan melonggarkan penguncian nasional ketiga Inggris pada hari Senin, setelah memenuhi target untuk memvaksinasi 15 juta warga Inggris dari kategori berisiko tinggi pada pertengahan Februari.

Inggris sekarang menargetkan untuk memberikan dosis pertama bagi warga negara yang berusia di atas 50 tahun pada 15 April, kata pemerintah, setelah sebelumnya mengindikasikan bahwa kategori tersebut akan menerima suntikan pada Mei.

Jika semua orang dewasa menerima dosis pada akhir Juli, itu akan jauh lebih cepat dari target sebelumnya bahwa mereka akan menerima vaksin pada musim gugur.

Setelah mencetak jumlah korban tewas akibat Covid-19 kelima terburuk di dunia dan serangkaian kecelakaan dalam respons pandemi, pemerintah Johnson bergerak lebih cepat daripada kebanyakan negara Barat untuk mengamankan pasokan vaksin virus corona.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 ke-1 tambah 33.060 menjadi 1,224,091 (20 Februari 2021)

Johnson memperingatkan, ini bukan waktunya untuk berpuas diri. Pemerintah pun menyebut, penguncian hanya akan dicabut secara perlahan untuk menghindari penyebaran virus kembali terjadi.

"Kami sekarang bertujuan untuk menawarkan suntikan kepada setiap orang dewasa pada akhir Juli, membantu kami yang paling rentan lebih cepat, dan mengambil langkah lebih lanjut untuk meringankan beberapa pembatasan yang berlaku," kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

"Tapi seharusnya tidak ada keraguan - jalan keluar dari lockdown akan dilakukan dengan hati-hati dan bertahap, karena kita semua terus melindungi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita."

Sejauh ini, Inggris telah memberikan dosis pertama vaksin kepada 17,2 juta orang, lebih dari seperempat dari 67 juta populasinya. Inggris pun dan hanya tertinggal dari Israel dan Uni Emirat Arab dalam vaksin per kepala populasi.

Dua vaksin - satu dibuat oleh Pfizer dan BioNTech, dan satu lagi dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca - yang digunakan oleh Inggris. Pejabat Inggris pun telah menyarankan bahwa mungkin ada jeda 12 minggu antara penyuntikan dosis pertama dan kedua.

 

Selanjutnya: 5 Minggu berturut kasus baru Covid-19 global turun, ini kata WHO

 




TERBARU

[X]
×