kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ngeri, Korea Utara ancam lakukan serangan nuklir


Jumat, 08 Maret 2013 / 09:59 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Timun Bisa Membantu Menurunkan Darah Tinggi


Reporter: Amal Ihsan Hadian | Editor: Amal Ihsan

SEOUL. Untuk pertama kalinya, Kore Utara (Korut) mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat (AS) dan negara-negara yang dianggap musuhnya. Ancaman yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kamis (7/3), terbit setelah Dewan Keamanan PBB merilis resolusi sanksi baru untuk Korut.

Dalam pernyataan, Pyongyang menilai, AS memaksa mereka memicu perang nuklir. Karena itu, angkatan bersenjata Korea Utara akan melakukan haknya untuk melancarkan serangan nuklir pendahulu terhadap negara musuh untuk melindungi kepentingannya. 

Awal minggu ini, Panglima Tentara Korut Kang Pyo Yong muncul di televisi untuk mengumumkan Korea Utara, hari Senin depan, membatalkan gencatan senjata tahun 1953 yang menghentikan perang saudara Korea yang berlangsung tiga tahun. Ia bahkan mengatakan sudah mengarahkan rudal balistik antar benua (ICBM) Korut ke AS dan negara lain.

Korea Utara tidak menutupi kegeramannya pada sanksi-sanksi baru Dewan Keamanan PBB terhadap pihaknya. Korea Utara juga menyampaikan dengan tegas ketidaksenangannya dengan latihan militer yang sedang berlangsung antara pasukan Amerika dan Korea Selatan. Korea Utara mengklaim, latihan gabungan itu sebagai dalih Amerika melakukan serangan nuklir.

CNN melaporkan, AS merespon tegas ancaman Korea Utara. Juru bicara gedung Jay Carney menegaskan, AS mampu membela dirinya dari serangan nuklir Korut. AS bahkan menegaskan, sudah memiliki "payung strategis" untuk melindungi tanah air dan Korea Selatan serta Jepang dari serangan nuklir Korut. 

Panglima pasukan Amerika di Korea Selatan Jenderal James Thurman mengaku khawatir dengan ancaman Korea Utara yang membatalkan perjanjian gencatan senjata itu. Cuma, ia menegaskan Korea Utara harus berhitung dengan benar sebelum menyerang AS dan sekutunya. Ia menegaskan AS bertanggung jawab untuk menegakkan sepenuhnya ketentuan-ketentuan gencatan senjata itu.

Dokumen gencatan senjata itu ditandatangani oleh komandan-komandan militer China dan Korea Utara di satu pihak dan komando PBB pimpinan Amerika atas nama masyarakat internasional. Korea Selatan tidak menandatangani perjanjian itu. Kedua Korea sejak itu terpecah. Tidak pernah dibuat perjanjian damai sehingga Korea Utara dan Korea Selatan secara de jure sebenarnya masih berperang.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×