Nike Akhirnya Angkat Kaki dari Rusia untuk Selamanya

Jumat, 24 Juni 2022 | 06:20 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Nike Akhirnya Angkat Kaki dari Rusia untuk Selamanya

ILUSTRASI. Nike menjadi merek Barat terbaru yang keluar dari negara itu sejak invasi ke Ukraina pada Februari. REUTERS/Lucy Nicholson


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Nike telah mengumumkan rencana untuk meninggalkan Rusia. Dengan demikian, Nike menjadi merek Barat terbaru yang keluar dari negara itu sejak invasi ke Ukraina pada Februari.

BBC memberitakan, perusahaan raksasa pakaian olahraga AS itu menghentikan pesanan online dan menutup toko yang dimilikinya di negara itu pada Maret.

Toko-toko yang dijalankan oleh mitra lokal terus beroperasi, tetapi Nike membatalkan perjanjian tersebut.

Raksasa jaringan Cisco juga mengatakan akan mulai menutup sepenuhnya operasi di Rusia dan Belarusia.

Perusahaan lain yang telah menyelesaikan rencana untuk pergi dalam beberapa pekan terakhir termasuk McDonald's dan Starbucks.

"Nike telah membuat keputusan untuk meninggalkan pasar Rusia," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. 

"Prioritas kami adalah memastikan kami sepenuhnya mendukung karyawan kami sementara kami secara bertanggung jawab mengurangi operasi kami selama beberapa bulan mendatang."

Baca Juga: Selamat Tinggal Golden Arches: Nama McDonald's Diganti untuk Dibuka Kembali di Rusia

Rusia semakin terisolasi secara ekonomi sejak invasi, ketika Barat dan sekutu menjatuhkan sanksi dan perusahaan internasional ramai-ramai hengkang dari negara tersebut.

Menurut Reuters, Rusia sekarang sedang menyusun undang-undang yang akan menghukum perusahaan asing yang ingin pergi, yang memungkinkan pemerintah menyita aset mereka dan menjatuhkan hukuman pidana.

Nike memiliki lebih dari 50 toko di Rusia, sekitar sepertiga di antaranya tutup, menurut situs webnya.

Pada bulan Mei, media Rusia melaporkan bahwa perusahaan itu mengakhiri perjanjiannya dengan pemegang waralaba terbesar di Rusia, yang bertanggung jawab atas 37 toko.

Baca Juga: Protes Perang, MCDonald, Pepsi, Coca-Cola & Starbucks Hentikan Penjualan di Rusia

Nike sebelumnya telah mengungkapkan bahwa Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang kurang dari 1% dari pendapatan perusahaan.

Melansir Livemint.com, Nike memiliki sejarah tegas dalam mengambil sikap terkait masalah sosial dan politik, mulai dari mendukung gelandang sepak bola Amerika Colin Kaepernick dalam keputusannya untuk berlutut selama lagu kebangsaan sebagai protes terhadap rasisme, hingga menjatuhkan bintang sepak bola Brasil Neymar tahun lalu karena dia menolak untuk bekerja sama dalam penyelidikan atas tuduhan penyerangan seksual.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru