Novartis Berencana Memangkas Hingga 8.000 Pekerja Secara Global

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:42 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Novartis Berencana Memangkas Hingga 8.000 Pekerja Secara Global

ILUSTRASI. Novartis . REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo


KONTAN.CO.ID - ZURICH. Perusahaan farmasi Novartis (NOVN.S) mengatakan bahwa rencana program restrukturisasi yang diumumkan sejak April lalu mengakibatkan 8.000 pekerja di PHK, atau sekitar 7,4% dari tenaga kerja globalnya, termasuk sebanyak 1.400 orang pekerja dari cabang Swiss.

Dilansir dari Reuters, sebelum Novartis melakukan pemangkasan, jumlah karyawan di seluruh pabrik Novartis telah mencapai 108.000 pegawai. Sementara pada cabang Swiss memiliki 11.600 staf. Namun setelah Novartis memberlakukan program restrukturisasi semua karyawannya terpaksa di PHK.

"Restrukturisasi ini berpotensi mempengaruhi 1.400 posisi yang berbasis di Swiss, dari sekitar 8.000 yang terkena dampak secara global," kata perusahaan itu, seraya menambahkan bahwa sekarang memiliki 108.000 karyawan di seluruh dunia, 11.600 di antaranya berada di Swiss.

Baca Juga: Novartis Wins US Approval for Targeted Cancer Drug Combination

Pernyataan itu mengkonfirmasi laporan sebelumnya oleh surat kabar Swiss TagesAnzeiger tentang pemotongan tersebut.

Langkah tersebut diambil Novartis agar perusahaannya dapat memulihkan pengeluaran perusahaan. Dengan program restrukturisasi, Narasimhan menyebut bahwa cara ini setidaknya dapat menghemat pengeluaran sebanyak 1 miliar dolar AS hingga tahun 2024 mendatang.

Tindakan yang dilakukan Novartis pun juga sejalan dengan adanya rencana perusahaan untuk menggabungkan pabrik obat-obatan onkologi dan non-onkologi, yang semula produksi dari dua pabrik ini dilakukan secara terpisah.

Sebelum melakukan restrukturisasi, Narasim menyebut bahwa pada tahun 2021 lalu perusahaan Novartis memperoleh pendapatan yang fantastis yaitu sekitar 20,7 miliar dolar AS dari penjualan obat generik pada anak perusahaannya, Sandoz.

Baca Juga: Akibat Covid-19, penjualan Novartis International melonjak

Keuntungan tersebut didapat Novartis setelah perusahaan farmasi saingannya, Roche menjual saham sebanyak 33%. Hal inilah yang membuat para investor obat-obatan beralih untuk melirik produk Novartis.

Rencananya Novartis akan mulai menyelesaikan tinjauan penggunaan teknologi pada anak perusahaannya Sandoz, dengan begitu Novartis yakin bahwa pihaknya bisa kembali mengoptimalkan penjualan produk obat-obatan pada akhir tahun 2022 mendatang.

Editor: Handoyo .

Terbaru