Novavax mulai kembangkan vaksin yang menargetkan varian Covid-19 baru

Sabtu, 27 November 2021 | 07:32 WIB Sumber: Reuters
Novavax mulai kembangkan vaksin yang menargetkan varian Covid-19 baru

ILUSTRASI. Novavax Inc, pembuat vaksin Covid-19

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Novavax Inc mengumumkan telah mulai mengerjakan versi vaksin Covid-19 untuk menargetkan varian yang terdeteksi di Afrika Selatan dan akan menyiapkan suntikan untuk pengujian dan pembuatan dalam beberapa minggu ke depan.

Dosis vaksin Covid-19 Novavax mengandung versi sebenarnya dari protein virus yang tidak dapat menyebabkan penyakit tetapi dapat memicu sistem kekebalan. Pengembang vaksin ini mengatakan, telah mulai mengembangkan lonjakan protein khusus berdasarkan urutan genetik varian yang diketahui, B.1.1.529.

"Pekerjaan awal akan memakan waktu beberapa minggu," kata juru bicara Novavax.

Berkat hal ini, saham Novavax pun ditutup melonjak hampir 9% pada hari Jumat (26/11).

Vaksin Novavax menerima persetujuan penggunaan darurat pertamanya pada awal bulan ini di Indonesia, diikuti oleh Filipina.

Baca Juga: Mengenal 10 Vaksin Covid-19 di Indonesia dan efek sampingnya

Baca Juga: Khawatir varian Omicron, AS akan larangan turis dari delapan negara Afrika

Perusahaan mengatakan sedang dalam proses untuk mengajukan persetujuan AS pada akhir tahun. Novavax juga telah mengajukan persetujuan dengan European Medicines Agency serta di Kanada.

Pengembang vaksin lain, termasuk BioNTech SE dan Johnson & Johnson dari Jerman, mengatakan mereka sedang menguji efektivitas suntikan mereka terhadap varian baru, yang diberi nama Omicron oleh WHO.

Inovio Pharmaceuticals Inc mengatakan, telah mulai menguji kandidat vaksinnya, INO-4800, untuk mengevaluasi efektivitasnya terhadap varian baru. Perusahaan memperkirakan pengujian akan memakan waktu sekitar dua minggu.

Inovio menambahkan, sedang merancang kandidat vaksin baru yang secara khusus menargetkan Omicron.

"Skenario kasus terbaik, INO-4800 akan benar-benar tahan terhadap omicron, tetapi jika bukan itu masalahnya, maka kami akan memiliki vaksin yang dirancang baru yang siap digunakan jika perlu," kata Kate Broderick, wakil presiden senior R&D Inovio divisi.

Awal bulan ini, Inovio melanjutkan uji coba tahap akhir vaksinnya di Amerika Serikat setelah 14 bulan ditahan secara klinis.

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru