Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Mata uang Asia bergerak dalam kisaran sempit pada Senin (16/2/2026. Ini karena volume perdagangan yang tipis akibat libur regional membuat pergerakan pasar relatif tenang.
Sementara itu, saham-saham regional cenderung melemah tanpa dorongan pasar yang kuat, meskipun saham Thailand melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2024.
Pasar di China, Korea Selatan, Taiwan, Amerika Serikat, dan Indonesia ditutup untuk libur, sehingga aktivitas perdagangan di kawasan tersebut terbatas. Di antara beberapa mata uang yang masih aktif diperdagangkan, ringgit Malaysia dan baht Thailand masing-masing menguat sekitar 0,2%.
Baca Juga: Volkswagen Siap Pangkas Biaya Hingga 20% di Seluruh Merek
Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan tahun ini, didorong aliran modal global, penguatan diversifikasi akibat dolar AS yang lebih lemah, dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Mata uang lain di kawasan cenderung datar.
Di sektor saham, indeks saham Thailand sempat naik hingga 1,2%, sebelum akhirnya menutup perdagangan dengan kenaikan 0,5%. Kenaikan ini mengikuti performa mingguan terkuat sejak pertengahan 2025, yang didukung hasil pemilu yang meyakinkan dan meningkatkan kepercayaan investor.
Ratasak Piriyanont, wakil presiden senior untuk strategi investasi di Kasikorn Securities, mengatakan rally ini didorong oleh masuknya kembali modal asing seiring optimisme terhadap stabilitas politik yang lebih jelas dan potensi langkah stimulus ekonomi baru.
Data sebelumnya menunjukkan ekonomi Thailand tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal keempat 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Shivaan Tandon, ekonom Asia di Capital Economics, memperingatkan bahwa momentum ini kemungkinan tidak akan bertahan hingga 2026. “Hasil pemilu baru-baru ini memang mengurangi risiko politik jangka pendek, tapi tidak memperbaiki prospek ekonomi yang tetap menantang,” ujarnya.
Di tempat lain, saham Filipina turun hampir 1%, menyentuh level terendah sejak awal Februari, terdorong oleh penurunan saham konstituen utama. Saham perusahaan energi terbarukan Alternergy Holdings anjlok hingga 2,5%, level terendah sejak 12 November, setelah laporan keuangan kuartalannya. Saham Malaysia juga terkoreksi hingga 0,4%, dipengaruhi kinerja 99 Speed Mart Retail yang menekan indeks setelah merilis hasil kuartalannya Jumat lalu.
Baca Juga: Harga Grosir India Naik 1,81% pada Januari, Tertinggi dalam 10 Bulan
Investor kini menantikan rilis data penting pekan ini, termasuk dua pertemuan bank sentral yang dijadwalkan Kamis mendatang. Bank Indonesia (BI) dan Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada 19 Februari 2026.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)