kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Oman Buka Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz, Kapal Bebas Biaya Transit


Rabu, 24 Juni 2026 / 15:51 WIB
Oman Buka Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz, Kapal Bebas Biaya Transit
ILUSTRASI. OMAN-IRAN-US-ISRAEL-WAR-HORMUZ (AFP/AFP)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MUSCAT. Oman memastikan Selat Hormuz tetap terbuka untuk lalu lintas pelayaran internasional dan menegaskan tidak akan mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya risiko keamanan di kawasan yang selama beberapa bulan terakhir mengganggu aktivitas pelayaran komersial dan memicu gejolak pasar energi global.

Dalam koordinasi dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO), Oman menetapkan dua koridor pelayaran sementara yang berada di sisi utara dan selatan jalur pelayaran utama yang selama ini digunakan kapal-kapal yang keluar dari kawasan Teluk.

Otoritas Oman menyatakan skema jalur pelayaran yang berlaku saat ini dinilai tidak aman untuk digunakan.

Baca Juga: Penipuan Berkedok Izin Lintas Selat Hormuz Marak, Kapal Diminta Bayar Kripto

Karena itu, kapal yang hendak meninggalkan kawasan melalui Selat Hormuz diarahkan menggunakan rute sementara tersebut guna menjamin keselamatan pelayaran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia karena menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global sebelum konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gangguan besar terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Pemerintah Oman menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya dalam menjaga kelancaran navigasi di Selat Hormuz, yang memiliki peran vital bagi perekonomian global.

Oman juga menyebut langkah tersebut sejalan dengan komitmennya terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi, serta merujuk pada kesepahaman yang telah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.

Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam penerapan skema baru ini. Oman menilai tingginya risiko tabrakan kapal membuat pergerakan armada harus dilakukan secara bertahap dan terkendali.

Baca Juga: Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, Lalu Lintas Kapal Anjlok di Bawah 10%

Berdasarkan rencana bertahap yang disusun IMO bersama otoritas Oman, kapal-kapal akan dikelompokkan dan dihubungi secara individual untuk menerima instruksi mengenai waktu keberangkatan serta rute yang harus digunakan.

Sebelum melanjutkan perjalanan, kapal juga akan diarahkan menuju area tunggu yang telah ditetapkan di perairan internasional.

Kapal yang menggunakan jalur ke arah timur diwajibkan menjaga komunikasi dengan otoritas pantai dan mematuhi seluruh instruksi navigasi yang diberikan.

Di saat yang sama, pemilik dan nakhoda kapal tetap bertanggung jawab melakukan penilaian risiko secara mandiri sebelum berlayar.

Oman juga mewajibkan kapal mengaktifkan sistem identifikasi otomatis (Automatic Identification System/AIS) selama melintas serta melaporkan setiap potensi bahaya navigasi kepada Pusat Keamanan Maritim Oman.

Baca Juga: Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Kapal Dagang Jadi Sasaran Tembakan

Yang tak kalah penting, Oman menegaskan tidak akan mengenakan tarif atau pungutan apa pun kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut disebut sejalan dengan hasil pembicaraan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.

Sementara itu, Iran dan Oman pada Selasa (24/6) mulai membahas pengelolaan navigasi dan layanan maritim di Selat Hormuz pada masa mendatang.

Kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran saat ini memungkinkan kapal komersial melintas tanpa biaya selama 60 hari.

Pembahasan lanjutan diperkirakan akan mencakup pengaturan jangka panjang, termasuk kemungkinan biaya layanan maritim setelah periode tersebut berakhir.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×