kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

OPEC+ Bergejolak: UEA Hengkang, Sementara Rusia Menegaskan Akan Bertahan


Rabu, 29 April 2026 / 18:31 WIB
OPEC+ Bergejolak: UEA Hengkang, Sementara Rusia Menegaskan Akan Bertahan
ILUSTRASI. Rusia tegaskan akan tetap bergabung di OPEC+ (REUTERS/Pavel Mikheyev)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia berencana tetap menjadi anggota OPEC+. Pernyataan ini diungkapkan usai Uni Emirat Arab memutuskan untuk keluar.

Reuters melaporkan, mengutip pernyataan resmi pihak Kremlin, Rabu (29/4/2026), Rusia berharap aliansi produsen minyak akan terus beroperasi di tengah gejolak di pasar energi global.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, OPEC+ tetap menjadi organisasi penting, terutama selama gejolak saat ini di pasar global.

Baca Juga: OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Produksi Minyak 137.000 Barel Per Hari pada April

"Kelompok ini membantu secara substansial, katakanlah, meminimalkan fluktuasi di pasar energi dan memungkinkan untuk menstabilkan pasar tersebut," kata Peskov dalam konferensi pers harian dengan wartawan, Rabu (29/4/2026).

Peskov mengatakan, Rusia menghormati keputusan UEA untuk keluar. Ia juga berharap dialog energi Moskow dengan negara Teluk tersebut akan berlanjut.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan, keputusan UEA dapat menyebabkan negara-negara produsen minyak meningkatkan produksi. Ini bisa menurunkan harga global di masa mendatang.

Baca Juga: Tekanan Margin Pangkas Nafsu China Borong Minyak Iran

"Jika negara-negara OPEC menjalankan kebijakan mereka secara tidak terkoordinasi setelah keluarnya UEA dan memproduksi minyak sebanyak yang dimungkinkan kapasitas produksi mereka dan sebanyak yang mereka inginkan, harga akan turun sesuai," kata Siluanov.

Untuk saat ini, harga minyak masih ditopang oleh blokade Selat Hormuz. Kelebihan pasokan akan menjadi risiko setelah selat dibuka kembali.

Rusia bergabung dengan OPEC+ pada 2016. Menurut perkiraan International Energy Agency (IEA), OPEC+ memproduksi hampir setengah pasokan minyak dan cairan minyak dunia tahun lalu.

Baca Juga: Keluar dari OPEC, Pasokan Minyak UEA Diproyeksi Melonjak Lebih Cepat

UEA mengatakan, Selasa (28/4/2026), negara ini akan keluar dari OPEC. Langkah ini menjadi pukulan bagi kelompok tersebut, di tengah krisis energi yang dipicu oleh perang Iran.

UEA adalah produsen terbesar keempat di OPEC+. Sementara Rusia berada di urutan kedua, di belakang Arab Saudi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×