kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.688   44,79   0,79%
  • KOMPAS100 735   6,86   0,94%
  • LQ45 558   5,29   0,96%
  • ISSI 198   0,93   0,47%
  • IDX30 317   2,51   0,80%
  • IDXHIDIV20 391   1,64   0,42%
  • IDX80 84   0,73   0,88%
  • IDXV30 106   -0,20   -0,19%
  • IDXQ30 102   0,64   0,63%

OPEC+ sepakat kurangi produksi minyak di bulan Februari dan Maret 2021


Rabu, 06 Januari 2021 / 15:08 WIB
ILUSTRASI. OPEC+ sepakat kurangi produksi minyak di bulan Februari dan Maret 2021.


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. OPEC+ akhirnya sepakat untuk mengurangi produksi minyak pada bulan Februari dan Maret 2021 mendatang menjadi 7.125 juta barel per hari (bph), dari sebelumnya yang mencapai 7,2 juta bph.

Meskipun demikian, TASS melaporkan bahwa pada bulan Februari dan Maret nanti Rusia dan Kazakhzstan akan mendapatkan izin untuk meningkatkan produksi sebesar 75.000 bph, masing-masing sebesar 65.000 bph dan 10.000 bph.

OPEC+ merupakan kelompok 10 negara pengekspor minyak non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia. Negara anggota OPEC+ lainnya adalah Azerbaijan, Bahrain, Brunei, Kazakhstan, Malaysia, Mexico, Oman, Sudan, dan Sudan Selatan.

Sumber dari OPEC+ mengatakan peningkatan produksi ini akan diimbangi dengan pemotogan produksi proporsional dan sukarela oleh Arab Saudi.

"Kompromi ini memungkinkan Rusia dan Kazakhstan mendapatka apa yang mereka inginkan (peningkatan produksi). Semua pihak juga puas karena pada akhirnya pasokan tidak akan bertambah," ungkap perwakilan OPEC+.

Arab Saudi sebagai pemain penting dalam organisasi negara pengekspor minyak ini juga telah menyatakan kesediannya untuk memangkas produksi minyak.

Baca Juga: Harga minyak mentah sentuh level tertinggi 11 bulan, Arab sukarela pangkas produksi

Permintaan minyak dunia diprediksi menurun 

Organisasi negara pengekspor minyak OPEC melihat banyak potensi penurunan permintaan minyak dunia pada paruh pertama tahun 2021.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo, menyampaikan prediksi ini pada hari Minggu (3/1) sebelum pertemuan OPEC+ untuk membahas tingkat produksi untuk Februari.

"Di tengah tanda-tanda yang penuh harapan, prospek paruh pertama 2021 sangat beragam dan masih banyak risiko penurunan yang harus dihadapi," ungkap Barkindo, seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga: OPEC melihat potensi penurunan permintaan minyak pada paruh pertama 2021

OPEC+ yang memiliki Rusia di dalamnya, dipaksa untuk memangkas produksi dengan jumlah rekor pada tahun 2020 karena tindakan penguncian global menekan permintaan bahan bakar.

Secara bertahap, OPEC+ memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari, kemudian menurunkan pemotongan menjadi 7,7 juta dan akhirnya menjadi 7,2 juta dari Januari.

Barkindo mengatakan OPEC sekarang memperkirakan permintaan minyak global akan banyak datang dari negara-negara berkembang. Jumlah permintaan pun bisa naik menjadi 95,9 juta barel per hari pada 2021.

OPEC pada Desember lalu sempat memperkirakan adanya kenaikan produksi minyak hingga 6,25 juta barel per hari pada 2021 karena dampak pandemi virus corona yang masih tersisa. Namun jumlah tersebut masih lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Selanjutnya: Harga minyak mentah jatuh ke US$ 47,62 per barel, OPEC+ tunda keputusannya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×