kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Orang-orang kaya Hong Kong mulai mencari cara mengalihkan uang ke luar negeri


Jumat, 22 November 2019 / 18:08 WIB
ILUSTRASI. Seorang pemrotes berupaya memadamkan api di kampus Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) selama bentrokan dengan polisi di Hong Kong, Cina, 18 November 2019.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

Ekonomi Hong Kong kini tengah goyang dimana sektor ritel, restoran dan hotel telah memotong upah atau melakukan pemangkasan karyawan sebagai strategi bertahan di tengah penurunan sektor pariwisata.

Kekhawatiran meningkat akibat ketegangan berkepanjangan yang akan melemahkan industri keuangan Hong Kong, penyumbang sekitar 20% dari produk domestik bruto (PDB) negara bagian.

Baca Juga: Di tengah ketegangan, kapal perang AS kembali berlayar di Laut China Selatan

"Kami telah melihat klien membuka akun di Singapura, Malaysia, dan Taiwan, dalam urutan itu. Tapi ketika akun sudah dibuat, tidak banyak uang yang benar-benar dipindahkan. Kami tidak melihat crescendo," kata CEO Standard Chartered Bill Winters.

Sergio Ermotti, kepala UBS, mengatakan, bank Swiss telah melihat klien mereka mengaktifkan rencana darurat. Bahkan Bankir Homegrown Hong Kong sedang menimbang pindah.

"Diversifikasi geopolitik oleh investor bukanlah hal baru," kata Ermotti. 

Baca Juga: Akhir pekan, rupiah menguat di kurs Jisdor




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×