kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.018   55,00   0,31%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

Orang-orang kaya Hong Kong mulai mencari cara mengalihkan uang ke luar negeri


Jumat, 22 November 2019 / 18:08 WIB
ILUSTRASI. Seorang pemrotes berupaya memadamkan api di kampus Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) selama bentrokan dengan polisi di Hong Kong, Cina, 18 November 2019.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

CEO Credit Suisse Tidjane Thiam melihat orang-orang masih bersikap wait and see dan belum melihat arus besar atau pergerakan signifikan dari klien mereka.

Sedangkan CEO DBS Group Holdings Ltd Piyush Gupta menyebut orang-orang kaya negara itu sudah mulai membuka akun beberapa bulan yang lalu.

Baca Juga: Wall Street terkoreksi, investor menanti kemajuan kesepakatan dagang AS-China

Sulit untuk menghindari kerusuhan dengan sejumlah bankir yang bingung dengan meningkatnya kekerasan yang mencari pekerjaan di luar negeri.

Bankir investasi Citigroup Inc ditahan polisi minggu lalu, sementara seorang karyawan JPMorgan Chase & Co. dipukul di luar kantor utama Hong Kong perusahaan. Dan ketegangan di jalan telah menjalar ke interaksi kantor juga.




TERBARU

[X]
×