Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - HANOI. BMI, unit dari Fitch Solutions, telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Vietnam tahun 2026 menjadi 7,0% karena terdampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Sebelumnya, BMI memproyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) Vietnam tumbuh 7,2%.
Sekitar 39% kebutuhan energi Vietnam dipenuhi oleh impor, dan kenaikan biaya energi akan merugikan konsumsi swasta dan ekspor," kata BMI dalam sebuah laporan yang dirilis Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: TikTok Bakal Bangun Data Center Kedua Senilai 1 Miliar Euro di Finlandia
Investasi dan pengeluaran pemerintah akan kurang terpengaruh, katanya, menambahkan bahwa target defisit fiskal Vietnam yang lebih besar sebesar 4,2% untuk tahun 2026 akan mendukung konsumsi pemerintah dan investasi publik di tengah krisis energi.
Pertumbuhan produk domestik bruto tahunan Vietnam melambat menjadi 7,83% pada kuartal I-2026. Sebelumnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Vietnam capai 8,46% pada tiga bulan pertama 2026.
Arus masuk investasi asing yang kuat akan membantu mengimbangi dampak tingginya biaya energi terhadap pertumbuhan ekonomi, katanya.













