kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pajak Kekayaan 5% Bikin Silicon Valley Panas, Gubernur Malah Menentang Keras


Senin, 19 Januari 2026 / 04:30 WIB
Pajak Kekayaan 5% Bikin Silicon Valley Panas, Gubernur Malah Menentang Keras
ILUSTRASI. Kantor Google di Silicon Valley (Pinterest/NULL)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Di Silicon Valley, tempat ide-ide besar lahir dan miliaran dolar tercipta telah membuat para raja teknologi gelisah oleh sebuah wacana baru. Bukan soal kecerdasan buatan, bukan pula soal perang cip. Kali ini, yang bikin panas adalah rencana pajak khusus untuk para miliarder di California.

Gagasannya terdengar sederhana, negara bagian ingin menarik pajak satu kali sebesar 5% dari kekayaan para miliarder. Sasarannya bukan gaji, melainkan seluruh aset mulai dari saham, karya seni, bisnis, hingga kekayaan intelektual. Nantinya, dana tersebut akan dipakai untuk menambal bolongnya pendanaan layanan kesehatan bagi warga miskin yang terpangkas setelah kebijakan federal era Donald Trump.

Ide ini langsung meledakkan kontroversial di negara bagian yang menjadi rumah bagi ratusan orang superkaya.

California memang unik. Ia adalah mesin ekonomi raksasa, dengan anggaran hampir US$ 350 miliar per tahun. Tapi hampir separuh penerimaan pajaknya justru ditopang oleh 1% penduduk terkaya. Dengan kata lain, jika kelompok kecil ini terganggu dan pergi, dampaknya bisa terasa ke seluruh sendi keuangan negara bagian.

Dan itulah yang kini dikhawatirkan.

Di dunia maya, perang kata-kata pun pecah. Para pemimpin teknologi bicara tentang Silicon Valley yang bisa kopong jika para pendirinya angkat kaki.

Kini, uang sungguhan ikut mengalir ke arena politik. Peter Thiel pendiri PayPal, menyumbang US$ 3 juta untuk komite yang menentang pajak ini. Padahal, belum tentu juga usulan ini sampai ke bilik suara. Masih dibutuhkan lebih dari 870.000 tanda tangan agar bisa masuk ke agenda pemungutan suara.

Meski hanya menyasar segelintir orang dari 39 juta penduduk California, taruhannya luar biasa besar. Pajak ini akan berlaku surut bagi para miliarder yang tercatat tinggal di California per 1 Januari. Masalahnya, banyak dari mereka punya rumah di berbagai negara bagian. Menentukan siapa benar-benar warga California bisa berubah menjadi drama hukum tersendiri.

“Ini seperti bermain api,” kata Aaron Levie, CEO Box, perusahaan teknologi Silicon Valley. Ia bukan miliarder, tapi cukup dekat dengan dunia mereka untuk tahu risikonya. Menurutnya, pajak ini bisa membuat para pendiri startup berpikir dua kali sebelum membangun bisnis di California.

Bahkan tokoh teknologi yang cenderung berpandangan liberal, kata Levie, bisa menganggap kebijakan ini tidak masuk akal dari sisi ekonomi, meski setuju dengan niat mulianya.

Baca Juga: Pentagon Siapkan 1.500 Tentara Hadapi Protes Besar-besaran di Minnesota AS

Tolak rencana kebijakan

Di tengah pusaran ini berdiri Gavin Newsom Gubernur California justru menentang keras pajak kekayaan di tingkat negara bagian. Bagi Newsom yang memimpin ekonomi terbesar keempat di dunia, kebijakan semacam ini bisa menjadi bumerang, membuat California kalah bersaing dengan negara bagian lain.

Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Para analis memperkirakan, jika eksodus benar-benar terjadi, ratusan juta dolar penerimaan pajak bisa lenyap. Di saat California sudah menghadapi defisit anggaran, risikonya makin terasa. Apalagi, Newsom disebut-sebut tengah menimbang langkah menuju Pilpres 2028. Jalan politiknya bisa makin terjal jika ekonomi negara bagiannya goyah.

Ironisnya, perlawanan terkeras justru datang dari dalam partainya sendiri.

Kubu progresif Demokrat mendukung penuh pajak ini. Bernie Sanders menyebutnya sebagai contoh bagaimana negara seharusnya melawan ketimpangan. “Negeri ini tak akan sejahtera jika segelintir orang punya segalanya, sementara jutaan lainnya nyaris tak punya apa-apa,” tulisnya.

Ro Khanna, anggota DPR AS yang juga digadang-gadang bisa menjadi rival Newsom di 2028, bahkan mengejek para miliarder yang mengancam kabur hanya karena diminta membantu membiayai layanan kesehatan untuk orang miskin.

Serikat pekerja kesehatan SEIU, pengusul utama kebijakan ini, menilai ancaman eksodus terlalu dibesar-besarkan. Menurut mereka, pajak ini justru bisa menyelamatkan rumah sakit, menjaga IGD tetap buka, dan memastikan sistem kesehatan tidak kolaps.

Sebaliknya, kalangan bisnis memperingatkan bencana. California Business Roundtable menyebut, pajak ini akan menggerus ekonomi, mengusir investasi, dan pada akhirnya membuat hidup keluarga pekerja justru makin mahal.

Baca Juga: Elon Musk Tuntut US$ 134 Miliar, Untung Besar jika OpenAI Terbukti Curang

Sebenarnya, cerita tentang orang-orang kaya yang meninggalkan California bukan hal baru. Biaya hidup yang mahal dan regulasi ketat sudah lama mendorong sebagian pengusaha hengkang. Elon Musk memindahkan Tesla ke Texas. Kini, pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, juga dikabarkan mulai memindahkan sebagian aset mereka ke Florida.

Mereka mungkin tak lagi duduk di kursi eksekutif, tapi kepemilikan saham di Alphabet masih menjadi sumber utama kekayaan ratusan miliar dolar mereka.

California pun kini berdiri di persimpangan jalan. Di satu sisi, ada kebutuhan mendesak untuk menutup lubang anggaran dan membiayai layanan publik. Di sisi lain, ada ketakutan bahwa menarik terlalu keras pada dompet para miliarder justru bisa membuat mereka pergi, dan membawa serta fondasi keuangan negara bagian.

Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya bisa menentukan masa depan, apakah California berani mengambil risiko memeras lebih banyak dari yang paling kaya, atau justru harus bersiap kehilangan mereka?

Selanjutnya: Tiga Saham Favorit Asing Pendorong IHSG Rekor: Cek Target Harga Terbaru


Tag


TERBARU

[X]
×