Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Israel menyatakan militan Hizbullah yang didukung Iran menggunakan fasilitas medis sebagai tempat berlindung, namun kelompok tersebut membantahnya.
Sebuah pabrik kimia di Israel selatan dekat kota Beer Sheva terkena rudal atau puing rudal saat Israel menangkis beberapa gelombang serangan dari Iran, sehingga memicu peringatan resmi kepada publik untuk menjauh karena adanya “bahan berbahaya”.
Rudal lain menghantam area terbuka dekat rumah-rumah di Beer Sheva, yang berada dekat beberapa pangkalan militer, dan melukai 11 orang.
Perang ini telah menewaskan ribuan orang dan berdampak ke berbagai negara di Timur Tengah. Pabrik aluminium besar di Bahrain dan Uni Emirat Arab dilaporkan rusak akibat serangan udara selama akhir pekan.
UEA menuntut kompensasi dari Iran atas serangan terhadap warga sipil dan fasilitas vital, serta jaminan agar serangan tidak terulang, kata seorang penasihat presiden.
Kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran bergabung dalam konflik pada Sabtu dengan meluncurkan serangan pertamanya ke Israel. Hal ini meningkatkan kemungkinan mereka dapat menargetkan dan memblokir jalur pelayaran penting kedua, yakni Selat Bab el-Mandeb.
Otoritas Israel pada Minggu mengatakan mereka telah mencegat dua drone yang diluncurkan dari Yaman.
Marinir AS mulai tiba di Timur Tengah
Washington telah mengirim ribuan marinir ke Timur Tengah. Militer AS menyatakan kontingen pertama dari dua gelombang pasukan tiba pada Jumat menggunakan kapal serbu amfibi.
The Washington Post mengutip pejabat AS yang mengatakan Pentagon sedang mempersiapkan operasi darat di Iran selama beberapa pekan, namun belum jelas apakah Presiden Donald Trump akan menyetujui rencana tersebut.
Reuters melaporkan bahwa Pentagon telah mempertimbangkan opsi militer yang dapat mencakup pengerahan pasukan darat.
Tonton: Rusia–Iran Bahas Jalur Damai, Bayang-Bayang Dukungan Militer Kian Menguat
Trump menghadapi pilihan sulit antara mencari jalan keluar melalui negosiasi atau meningkatkan eskalasi militer yang berisiko memicu krisis berkepanjangan, yang kemungkinan akan semakin menekan tingkat persetujuan publik terhadapnya yang sudah rendah.
Washington mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya telah menawarkan rencana gencatan senjata 15 poin, termasuk proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz dan membatasi program nuklir Iran. Namun, Teheran menolak usulan tersebut dan mengajukan alternatifnya sendiri.













