kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pamor meredup, saham Facebook sudah anjlok 32%


Rabu, 06 Juni 2012 / 07:34 WIB
ILUSTRASI. Tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Harga saham Facebook Inc. (FB) terus melorot di bursa Wall Street. Semalam, saham jejaring sosial ini ditutup melorot 3,8% ke posisi US$ 25,87 per saham di New York. Bahkan, harganya sudah anjlok 32% dibanding harga perdagangan perdana pada 18 Mei lalu di US$ 38 per saham.

Kemarin, pamor saham ini kian meredup, setelah jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan, minat publik pada situs ini mulai surut. Hasil jajak pendapat menyebut, dibandingkan enam bulan lalu, sekitar 34% pengguna menghabiskan lebih sedikit waktunya di Facebook, dan hanya 20% yang lebih sering memakai situs ini. Selain itu, hanya satu dari lima pengguna membeli produk karena terpengaruh oleh iklan dan pendapat yang mereka lihat di situs tersebut.

Kemarin, Carlos Kirjner, analis Sanford C. Bernstein & Co. menetapkan rating saham FB menjadi underperform dengan target harga $ 25 per saham. "Penurunan pertumbuhan penjualan jangka pendek akan memicu kekhawatiran investor terhadap penjualan di 2013 mendatang," sebutnya.

Saat ini, investor khawatir atas prospek pendapatan dan pertumbuhan laba Facebook. Perusahaan menyebutkan, bulan lalu, pertumbuhan iklan gagal menyaingi pertumbuhan pengguna aktif harian, karena mereka lebih banyak mengakses situs melalui ponsel. Perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California ini mengakui, kemampuan untuk menghasilkan pendapatan dari mobile advertising tetap tidak terbukti.

Guna memikat pengiklan, Facebook pun berencana memberi lebih banyak fleksibilitas dalam iklan bertipe Sponsored Stories. Dalam iklan tersebut nantinya, pengiklan berkesempatan memasukkan pesan ke dalam News Feed dari konsumen yang memberi sinyal ketertarikan untuk produk atau bisnis mereka.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×