kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Parker Solar Probe NASA Menjadi Pesawat Luang Angkasa yang Menyentuh Matahari


Kamis, 16 Desember 2021 / 11:02 WIB
Parker Solar Probe NASA Menjadi Pesawat Luang Angkasa yang Menyentuh Matahari
ILUSTRASI. Parker Solar Probe NASA Menjadi Pesawat Luang Angkasa yang Menyentuh Matahari


Penulis: Arif Budianto

KONTAN.CO.ID - Parker Solar Probe NASA menjadi pesawat luang angkasa yang pertama kali menyentuh matahari. Pesawat luang angkasa yang sudah lama menyelidiki Matahari ini berada dalam jarak terdekatnya 5,3 juta mil.

Baru-baru ini sejarah mencatat bahwa pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe milik NASA menjadi yang pertama kali menyentuh Matahari. Mengutip dari CNET, pesawat ruang angkasa ini telah menghabiskan 990 hari melaju cepat di tata surya hingga mencapai tujuan utama misinya, yaitu "menyentuh matahari".

"Menyentuh matahari" yang dimaksud bukan sebenarnya pesawat luar angkasa tersebut menyentuh permukaan Matahari, melainkan berada dalam jarak yang terdekatnya.

Parker Solar Probe pertama ini pertama kali diluncurkan pada 12 Agustus 2018, diketahui telah mencapai ambang batas kritis dan berada di dalam korona matahari di mana suhunya mencapai 3 juta derajat Fahrenheit.

Informasi tersebut dirilis dalam pengumuman yang dibuat pada pertemuan tahunan American Geophysical Union di New Orleans, Amerika Serikat, Selasa (14/12/2021).

Baca Juga: Hujan meteor Geminid menjadi penutup fenomena astronomi pekan ke-2 bulan Desember

Seorang astronom bernama Michael Stevens dari Center for Astrophysics (CfA), Havard dan Smithsonian, menjelaskan bahwa Probe harus melintasi titik Alfven, lapisan kabur di mana medan magnet matahari menahan plasma bintang dan angin kencang.

Sebuah instrumen yang terdapat di Parker Solar Probe (dikembangkan oleh CfA) menetapkan bahwa pesawat ruang angkasa tersebut telah melewati titik tersebut tiga kali pada 28 April, memasuki korona dan menyorot matahari.

Ilustrasi Pesawat Luar Angkasa Parker Solar Probe NASA menyentuh matahari

Korona yang dimaksud adalah atmosfer atas Matahari.

Parker Solar Probe sendiri memang memiliki misi untuk menyelidiki korona luar Matahari. Desain misi pesawat luar angkasa Parker Solar Probe menggunakan gravitasi untuk mengayunkan Venus dan matahari serta mengumpulkan kecepatan menlintasi orbitnya. 

Menariknya lagi, ini merupakan objek buatan manusia yang paling dekat dengan matahari, setidaknya untuk saat ini. Di mana pada bulan November menempatkannya dalam jarak 5,3 juta mil dari Matahari. 

Baca Juga: Baru-baru ini asteroid paling berisiko telah ditemukan, apakah berbahaya bagi Bumi?

Sebagai referensi, Merkurius berada sekitar enam kali lebih jauh dengan matahari, yaitu 36 juta mil.

Karena misinya yang ekstrem ini, Parker Solar Probe memiliki pelindung panas tercanggih yang mencegahnya dari panas berlebih.

Ini bukanlah akhir dari misi pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe NASA. Pada tahun 2023 mendatang, pesawat ruang angkasa ini akan semakin dekat dalam jarak 4,9 juta mil.

Selama masih dapat bertahan dari ledakan plasma, tiga tahun setelahnya akan kembali mendekati dalam jarak terdekatnya 4,3 juta mil.

Menurut NASA, perjalanan ke Matahari ini untuk membuka misteri yang ada di atmosfer. Misi ini juga dapat memberikan kontribusi penting untuk memperkirakan perubahan di lingkungan luar angkasa Bumi yang memengaruhi kehidupan dan teknologi di Bumi.

Mempelajari Matahari sebagai sumber cahaya dan panas bagi kehidupan Bumi juga dapat memahami bagaimana kehidupan di Bumi berkembang. Demikian satu dari beberapa hal yang dapat diambil setelah mempelajari Matahari, seperti yang disampaikan NASA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×