kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Parlemen AS mendesak agar ekspor teknologi drone Turki dihentikan untuk sementara


Kamis, 12 Agustus 2021 / 09:47 WIB
ILUSTRASI. Drone Bayraktar TB2 milik Turki.


Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, 27 anggota parlemen meminta penangguhan sementara segala transaksi dengan Turki, termasuk izin ekspor teknologi kendaraan udara tak berawak.

Dilansir dari Arab News, surat bertanggal 9 Agustus tersebut mengatakan bahwa parlemen prihatin atas program drone bersenjata Turki, yang telah mengacaukan banyak wilayah di dunia.

Parlemen menyoroti penggunaan berbagai jenis kendaraan tak berawak milik Turki dalam konflik Nagorno-Karabakh tahun lalu sebagai contoh konkret. 

Mereka menemukan bahwa banyak suku cadang dan teknologi drone bersenjata Bayraktar di Turki berasal dari perusahaan-perusahaan AS.

Drone Bayraktar yang digunakan oleh Azerbaijan dilaporkan mengandung setidaknya 10 bagian yang diproduksi di AS.

Baca Juga: Erdogan ke Xi: Penting bagi Turki bahwa Muslim Uighur hidup dalam damai

Secara umum, sejumlah anggota parlemen meminta Blinken untuk membuka penyelidikan terhadap industri drone Turki dan untuk mengungkapkan apakah produknya  termasuk teknologi AS yang melanggar sanksi Amerika terhadap industri pertahanan Turki.

Ketegasan AS terhadap Turki ini juga diduga masih terkait dengan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang dilakukan oleh Turki.

Sebelum ini, Turki juga dicoret oleh Kongres AS dari kesepakatan jual beli jet tempur F-35 setelah menolak untuk membatalkan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia senilai US$ 2,5 miliar.

Baca Juga: Turki fokus kembangkan jet tempur TF-X, pasca gagal dapatkan F-35 dari AS




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×