kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Parlemen AS mendesak agar ekspor teknologi drone Turki dihentikan untuk sementara


Kamis, 12 Agustus 2021 / 09:47 WIB
ILUSTRASI. Drone Bayraktar TB2 milik Turki.


Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, 27 anggota parlemen meminta penangguhan sementara segala transaksi dengan Turki, termasuk izin ekspor teknologi kendaraan udara tak berawak.

Dilansir dari Arab News, surat bertanggal 9 Agustus tersebut mengatakan bahwa parlemen prihatin atas program drone bersenjata Turki, yang telah mengacaukan banyak wilayah di dunia.

Parlemen menyoroti penggunaan berbagai jenis kendaraan tak berawak milik Turki dalam konflik Nagorno-Karabakh tahun lalu sebagai contoh konkret. 

Mereka menemukan bahwa banyak suku cadang dan teknologi drone bersenjata Bayraktar di Turki berasal dari perusahaan-perusahaan AS.

Drone Bayraktar yang digunakan oleh Azerbaijan dilaporkan mengandung setidaknya 10 bagian yang diproduksi di AS.

Baca Juga: Erdogan ke Xi: Penting bagi Turki bahwa Muslim Uighur hidup dalam damai

Secara umum, sejumlah anggota parlemen meminta Blinken untuk membuka penyelidikan terhadap industri drone Turki dan untuk mengungkapkan apakah produknya  termasuk teknologi AS yang melanggar sanksi Amerika terhadap industri pertahanan Turki.

Ketegasan AS terhadap Turki ini juga diduga masih terkait dengan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang dilakukan oleh Turki.

Sebelum ini, Turki juga dicoret oleh Kongres AS dari kesepakatan jual beli jet tempur F-35 setelah menolak untuk membatalkan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia senilai US$ 2,5 miliar.

Baca Juga: Turki fokus kembangkan jet tempur TF-X, pasca gagal dapatkan F-35 dari AS




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×