kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Pasca pecat Menhan AS, Trump diduga akan pecat penasihat kesehatan Gedung Putih


Selasa, 10 November 2020 / 13:12 WIB
ILUSTRASI. Donald Trump mengatakan pada hari Senin (9/11/2020) bahwa dia telah "memberhentikan" Menteri Pertahanan Mark Esper. Siapa selanjutnya? REUTERS/Carlos Barria


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pendahulu Esper, Jim Mattis, berhenti pada 2018 karena perbedaan kebijakan dengan Trump, termasuk tentang Suriah. Mattis pada bulan Juni mengkritik Trump sebagai presiden pertama dalam hidupnya yang tidak berusaha mempersatukan rakyat Amerika - bahkan tidak berpura-pura mencoba. "Sebaliknya dia mencoba memecah belah kita," kata Mattis.

Seperti Mattis, Esper juga tidak setuju dengan sikap meremehkan Trump terhadap aliansi NATO dan waspada terhadap kecenderungan Trump untuk melihat aliansi militer AS melalui lensa transaksional yang eksplisit bahkan ketika dia mendukung seruan Trump kepada sekutu untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan, kata sumber.

Baca Juga: Xi Jinping dan Vladimir Putin pilih bungkam saat Joe Biden dinyatakan menang Pilpres

Namun dia juga berselisih pendapat dengan Trump karena masalah yang menjadi berita utama, termasuk keinginan Esper untuk melindungi Alexander Vindman. Vindman pada saat itu menjadi letnan kolonel yang bekerja di Gedung Putih, dan bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan Trump.

Michael O'Hanlon dari lembaga think thank Brookings Institute mengatakan dia tidak percaya Trump kemungkinan akan memulai perombakan yang merusak kebijakan keamanan nasional AS meskipun memecat Esper.

"Dia ingin percaya bahwa dia memiliki semacam warisan yang masuk akal - di bidang ekonomi, dalam memperkuat militer, tidak memulai perang baru," kata O'Hanlon, mencatat bahwa Trump mungkin ingin mencoba mencalonkan diri lagi pada tahun 2024.

Selanjutnya: Gerak cepat, Joe Biden akan bentuk gugus tugas untuk tangani wabah corona




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×