kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Pasokan bir di Amerika menipis akibat kekurangan CO2


Minggu, 19 April 2020 / 18:41 WIB
Pasokan bir di Amerika menipis akibat kekurangan CO2
ILUSTRASI. Pasokan bir di Amerika menipis akibat kekurangan CO2. REUTERS/Kham

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Berkurangnya pasokan karbon dioksida (CO2) dari pabrik etanol memicu kekhawatiran akan menipisnya stok minuman bir, soda, dan air seltzer. Ini merupakan hal yang penting bagi banyak orang Amerika ketika karantina di rumah.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (18/4), produsen bir dan minuman ringan lainnya menggunakan karbon dioksida untuk karbonasi, yang menghasilkan bir dan soda soda. Produsen etanol adalah penyedia utama CO2 untuk industri makanan, karena mereka menggunakan bahan gas tersebut sebagai produk sampingan dari produksi etanol dan menjualnya dalam jumlah besar.

Baca Juga: Produsen China: Alat tes virus corona di bawah 5 menit kemungkinan tidak akurat

Tetapi etanol yang dicampur ke dalam pasokan bensin negara itu menunjukkan penurunan produksi cukup tajam akibat permintaan bensin anjlok seiring meluasnya pandemi corona (Covid-19). Akibatnya, permintaan bensin juga turun lebih dari 30% di Amerika Serikat.

Ketua Eksekutif Asosiasi Bahan Bakar Terbarukan Geoff Cooper menyebut, berkurangnya persediaan etanol telah mengganggu sektor industri makanan khusus karena sebanyak 34 dari 45 pabrik etanol AS yang menjual CO2 mengurangi jumlah produksinya.

Baca Juga: Gara-gara virus corona, Meksiko stop produksi bir Corona

Kondisi tersebut membuat harga CO2 meningkat sekitar 25% akibat berkurangnya pasokan, kata Bob Pease, chief executive officer dari Brewers Association. Kelompok dagang tersebut mewakili produsen bir AS kecil dan mandiri yang mendapatkan sekitar 45% CO2 dari dari produsen etanol mereka.

“Masalahnya semakin cepat. Setiap hari kami mendengar dari lebih banyak anggota kami tentang ini. Kami harap beberapa produsen bir mulai mengurangi produksi dalam dua hingga tiga minggu,” tutup Pease.




TERBARU

[X]
×