kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

PBB: Covid-19 meningkatkan risiko perdamaian di mana-mana


Jumat, 18 September 2020 / 08:43 WIB
PBB: Covid-19 meningkatkan risiko perdamaian di mana-mana
ILUSTRASI. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.


Sumber: Xinhua | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Bozkir mengatakan pandemi telah mengancam kesehatan, keamanan, dan gaya hidup masyarakat di mana-mana.

"Hari ini kita berdiri terpisah dan bermasker. Pandemi telah membawa tingkat kesengsaraan dan kesulitan yang tak terduga bagi banyak orang. Tetapi yang paling rentanlah yang paling menderita, dan masih menderita, baik dalam konflik, dan di tangan penyakit ini," katanya.

Baca Juga: Begini cara memakai dan merawat masker kain, menurut WHO

Dalam kondisi normal, utusan perdamaian PBB, seperti pemain cello terkenal Amerika Yo-Yo Ma, akan melakukan perjalanan ke New York untuk mengambil bagian dalam upacara lonceng perdamaian.

Ma berpartisipasi secara virtual dalam peringatan tahun ini, seperti yang dilakukan Jane Goodall, ahli primata Inggris yang terkenal dengan penelitian perintisnya tentang simpanse.

Ma berbicara tentang perlunya membangun kepercayaan di antara berbagai generasi sebagai sarana untuk mencapai perdamaian.

"Pertukaran antargenerasi sangat penting," katanya kepada penonton muda. "Ini duniamu, dan kami perlu menyerahkanmu sebaik mungkin, dan percaya bahwa kamu akan menjadi pengurus yang hebat selama setengah abad mendatang."

Selanjutnya: Kasus virus corona global segera melampaui 30 juta




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×