Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Sebuah resolusi Dewan Keamanan membutuhkan minimal sembilan suara setuju dan tidak boleh diveto oleh lima anggota tetapnya, yaitu Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis.
Al Zayani menyatakan bahwa upaya Iran untuk “menguasai secara tidak sah dan tanpa alasan yang jelas” jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz mengancam kepentingan dunia dan “memerlukan respons tegas.”
Sekretaris Jenderal Liga Arab yang beranggotakan 22 negara, Ahmed Aboul Gheit, juga menyampaikan kepada Dewan Keamanan bahwa organisasinya mendukung upaya Bahrain untuk mendorong lahirnya resolusi.
Pada Kamis, Inggris menjadi tuan rumah pertemuan yang dihadiri lebih dari 40 negara untuk membahas upaya membuka kembali Selat Hormuz dan memastikan jalur tersebut aman bagi pelayaran. Inggris juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Bahrain dalam mendorong resolusi.
Tonton: Diplomasi Iran ke Indonesia! Dari JK, Megawati hingga Jokowi di Tengah Perang
Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump berjanji akan melanjutkan serangan, namun tidak menjelaskan rencana konkret untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan itu membuat harga minyak naik lebih tinggi karena menimbulkan kekhawatiran bahwa AS mungkin tidak akan memainkan peran besar dalam menjamin keamanan pelayaran di jalur laut strategis tersebut.













