kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Pelabuhan Batubara Terbesar di Australia Akan Kembali Beroperasi Setelah Aksi Protes


Minggu, 30 November 2025 / 15:06 WIB
Pelabuhan Batubara Terbesar di Australia Akan Kembali Beroperasi Setelah Aksi Protes
ILUSTRASI. Ilustrasi, pelabuhan ekspor batubara


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Salah satu pelabuhan ekspor batu bara terbesar di Australia akan kembali beroperasi pada Senin (1/12), menurut operator pelabuhan. Sebelumnya Pelabuhan Newcastle menuai aksi protes perubahan iklim dan mengganggu aktivitas pengapalan pada Minggu.

Kelompok aktivis iklim Rising Tide, yang mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut, mengatakan ratusan aktivis mendayung kayak ke jalur pelayaran di Newcastle Harbour pada Minggu pagi, melanggar zona larangan.

Pelabuhan Newcastle, yang berjarak 170 km di utara Sydney, ibu kota negara bagian New South Wales, merupakan pelabuhan pengiriman curah terbesar di pesisir timur Australia.

Baca Juga: Data 33,7 Juta Akun Pelanggan Coupang Dibobol, Diduga Libatkan Mantan Pegawai

"Operasional kapal akan kembali dilanjutkan besok sesuai jadwal,” kata juru bicara Pelabuhan Newcastle pada Minggu malam, setelah pergerakan kargo umum termasuk alumina yang akan dikirim ke smelter aluminium terbesar Australia, Tomago dibatalkan akibat protes.

Rising Tide menyatakan lebih dari 100 demonstran ditangkap pada Minggu. Kepolisian belum mengonfirmasi angka tersebut, namun dalam pernyataan sebelumnya mengatakan 21 orang telah ditangkap dan didakwa atas dugaan pelanggaran terkait aktivitas laut selama protes.

Greenpeace Australia Pacific juga melaporkan bahwa tiga aktivisnya memanjat sebuah kapal pengangkut batu bara dekat pelabuhan, menghentikan operasinya sebagai bagian dari aksi protes damai.

"Greenpeace, bersama Rising Tide dan ribuan warga, melakukan aksi besar dan kecil akhir pekan ini," ujar Kepala Kebijakan Iklim dan Energi Greenpeace Australia Pacific, Joe Rafalowicz, dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Aktivitas Manufaktur China di Jalur Kontraksi dalam Delapan Bulan Berturut

Pada Sabtu (29/11), aksi protes di Newcastle memaksa sebuah kapal yang hendak masuk pelabuhan untuk berbalik arah, dan polisi menangkap 11 orang. Aksi serupa yang berlangsung beberapa hari juga terjadi tahun lalu dan berujung pada penangkapan 170 demonstran.

Batu bara merupakan salah satu komoditas ekspor utama Australia selain bijih besi. Pemerintah Australia telah berkomitmen mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2050.

Selanjutnya: BBRI dan BUMI Terbanyak, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Sepekan Terakhir

Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal




TERBARU

[X]
×