Pembelian Emas Batangan Untuk Investasi Meningkat

Senin, 29 September 2008 | 12:20 WIB Sumber: Bloomberg
Pembelian Emas Batangan Untuk Investasi Meningkat

ILUSTRASI. Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) didampingi Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi (ketiga kiri) meninjau ketersediaan bawang putih di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Kabares


TOKYO. Tanaka Kikinzoku Kogyo KK, retailer emas terbesar Jepang, mengatakan penjualan emas batangan pada bulan ini mengalami peningkatan. Kenaikan tersebut diakibatkan adanya guncangan pada pasar finansial, sehingga memicu investor untuk menanamkan investasi ke logam mulia tersebut.

Asal tahu saja, menurut Osamu Ikeda, general manager Tanaka, untuk pertama kalinya, penjualan emas batangan Tanaka melampaui pembelian yang dilakukan oleh investor lokal pada Agustus lalu selama 41 bulan. Sayang, Tanaka menolak merinci seberapa besar peningkatan tersebut.

Dalam paruh pertama tahun ini, pembelian emas batangan Tanaka mendongkrak penjualan perusahaan tersebut. Apalagi harga emas sudah mengalami peningkatan 21%, sehingga mendorong para investor untuk mengambil keuntungan. Investor individu menjual 4,1 kali lipat emas kepada Tanaka dibanding pembelian enam bulan yang berakhir 30 Juni.

“Penjualan retail emas batangan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan tahun ini seiring bangkrutnya Lehman Brothers dan institusi finansial lainnya sehingga meningkatkan permintaan akan emas batangan,” jelas Ikeda.

Sekadar mengingatkan, Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush dan pemimpin Kongres, kemarin bilang, bahwa kedua belah pihak sudah mencapai kesepakatan dalam hal rencana penyelamatan AS sebesar US$ 700 miliar yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi pasar kredit dan pasar finansial yang saat ini tengah guncang akibat bangkrutnya Lehman Brothers Inc dan Washington Mutual Inc.

Catatan saja, Harga rata-rata emas batangan retail berada pada posisi 3.099 yen per gram (US$ 904 per troy ounce) dari Januari hingga Juni. Tahun lalu, harga rata-ratanya hanya 2.570 yen. 

 

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru