Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Markwayne Mullin mengatakan pemerintahan Trump sedang menyusun rencana untuk menghentikan pemrosesan penumpang dan kargo internasional di sejumlah bandara utama AS. Kebijakan ini akan menyasar kota-kota suaka, istilah bagi kota di AS menolak bekerjasama dengan penindakan ketat imigrasi.
Langkah ini secara efektif dapat menghentikan perjalanan udara dan perdagangan internasional di bandara-bandara utama di negara bagian yang dikuasai Partai Demokrat. Apalagi, ada prediksi jutaan wisatawan asing akan berdatangan seiring dimulainya Piala Dunia FIFA bulan depan.
Reuters melaporkan, Mullin mengatakan kepada Sean Hannity dari Fox News Channel dalam sebuah wawancara yang disiarkan Selasa (26/5/2026) waktu AS, ia telah bertemu dengan pejabat Gedung Putih. Tetapi Mullin menekankan, belum ada keputusan yang dibuat terkait langkah tersebut. "Saat ini kami sedang menyusun rencana, tetapi belum kami mulai," kata Mullin.
Baca Juga: Rekor Baru, Penumpang Bandara Changi Singapura Tembus 69,98 Juta Orang Sepanjang 2025
Mullin berpendapat AS seharusnya tidak memproses penerbangan internasional ke kota-kota suaka. Di kota-kota tersebut, Mullin menuding, Partai Demokrat sayap kiri radikal setempat tidak mengizinkan AS dan menegakkan hukum federal."
Dalam pernyataan U.S. Travel yang disampaikan kepada Reuters, Mullin mengonfirmasi penyataan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan penarikan petugas CBP dari bandara internasional di kota-kota suaka tertentu.
Departemen Kehakiman AS menerbitkan daftar kota dan negara bagian yang disebut sebagai kota suaka, yang mencakup banyak kota dengan bandara internasional utama. Di antaranya adalah Boston, Denver, Philadelphia, Chicago, Los Angeles, New York City, Newark, Seattle, dan San Francisco.
Baca Juga: Hong Kong Rebut Posisi Swiss Sebagai Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara
Pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi buruk bagi industri pariwisata AS dan komunitas yang bergantung pada pengunjung internasional. Lebih dari 50 juta wisatawan internasional tiba di tiga bandara utama New York saja tahun lalu.
Airlines for America, sebuah kelompok maskapai penerbangan penumpang dan kargo utama di AS, menuturkan, pengurangan staf bea cukai di bandara-bandara utama akan mengganggu operasional maskapai penerbangan, wisatawan, dan arus kargo internasional, secara signifikan.
Mullin pertama kali secara terbuka menyampaikan ancaman tersebut pada April, selama perselisihan mengenai pendanaan untuk departemennya. Kini, ia mengatakan gagasan tersebut sedang dipertimbangkan secara aktif.
Baca Juga: IPO SpaceX: Siap Masuk Cepat ke Indeks Utama AS dan Global di Bawah Aturan FTSE Baru
Asosiasi Perjalanan AS, yang mewakili maskapai penerbangan besar, hotel, perusahaan penyewaan mobil, dan perusahaan perjalanan lainnya, mengatakan perwakilan mereka telah bertemu dengan Mullin.
Partai Demokrat mengatakan reformasi diperlukan untuk mengendalikan penyalahgunaan oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Customs and Border Protection (CBP). Januari lalu, dua warga negara AS di Minneapolis terbunuh menyusul tindakan penegakan hukum ICE.













