kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.156   -18,00   -0,10%
  • IDX 7.549   -44,70   -0,59%
  • KOMPAS100 1.040   -10,07   -0,96%
  • LQ45 743   -12,35   -1,63%
  • ISSI 274   -1,48   -0,54%
  • IDX30 399   -2,21   -0,55%
  • IDXHIDIV20 485   -4,24   -0,87%
  • IDX80 116   -1,48   -1,26%
  • IDXV30 139   0,33   0,24%
  • IDXQ30 128   -1,43   -1,11%

Iran Pertimbangkan Hadiri Perundingan Damai dengan AS di Pakistan


Selasa, 21 April 2026 / 10:55 WIB
Iran Pertimbangkan Hadiri Perundingan Damai dengan AS di Pakistan
ILUSTRASI. Gencatan senjata dua pekan Iran-AS segera berakhir, namun blokade pelabuhan AS menghambat. Perundingan damai di Pakistan kini jadi harapan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Iran tengah mempertimbangkan untuk menghadiri perundingan damai dengan Amerika Serikat di Pakistan, seiring mendekatnya akhir gencatan senjata dua pekan antara kedua negara.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan keputusan final belum diambil. Menurutnya, langkah Islamabad untuk mengakhiri blokade pelabuhan Iran oleh AS menjadi salah satu faktor penting yang dapat membuka jalan bagi kembalinya Teheran ke jalur diplomasi.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh AS masih menjadi hambatan besar dalam proses diplomatik.

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, Araqchi menyatakan Iran masih mempertimbangkan seluruh aspek sebelum menentukan langkah berikutnya.

Pada Senin malam, negosiator utama Iran Mohammad Baqer Qalibaf menuduh Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui blokade dan pelanggaran gencatan senjata. Ia menegaskan Iran menolak perundingan yang dilakukan di bawah ancaman.

Baca Juga: Gubernur Baru Bank of Korea Janji Kebijakan Hati-hati di Tengah Risiko Iran

Gencatan Senjata Mendekati Akhir

Gencatan senjata dua pekan yang diumumkan Trump pada 7 April diperkirakan akan berakhir pekan ini. Seorang sumber Pakistan yang terlibat dalam perundingan menyebut masa berlaku gencatan senjata berakhir pada Rabu pukul 20.00 waktu AS Timur, atau Kamis dini hari waktu Iran.

Situasi sempat memanas setelah AS menyatakan telah menyita kapal kargo Iran yang diduga melanggar blokade. Sebagai respons, Teheran mengancam akan melakukan pembalasan.

Dalam perundingan yang direncanakan di Islamabad, Trump disebut menginginkan kesepakatan cepat guna mencegah lonjakan harga minyak dan kejatuhan pasar saham.

Di sisi lain, Iran berharap dapat memanfaatkan posisinya di Selat Hormuz untuk memperoleh jaminan bahwa perang tidak akan kembali pecah, sekaligus mendapatkan keringanan sanksi dan ruang bagi program nuklirnya.

Pakistan Berupaya Jadi Penengah

Pejabat senior Iran menyebut Teheran kini “secara positif” meninjau kemungkinan berpartisipasi dalam perundingan. Sikap ini menjadi perubahan dibandingkan pernyataan sebelumnya yang menolak hadir dan menegaskan akan membalas agresi AS.

Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, disebut tengah melakukan upaya positif untuk mengakhiri blokade pelabuhan Iran dan memastikan keikutsertaan Teheran dalam pembicaraan.

Sumber keamanan Pakistan mengatakan mediator utama, Asim Munir, telah memberi tahu Trump bahwa blokade menjadi penghalang utama perundingan. Trump disebut berjanji akan mempertimbangkan penghentian blokade tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan masih berada di AS pada Senin, membantah rumor bahwa ia telah menuju Pakistan untuk menghadiri perundingan.

Ketidakpastian Masih Tinggi

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai sinyal yang diberikan pejabat AS masih kontradiktif dan tidak konstruktif.

“Iran tidak akan tunduk pada tekanan,” tulis Pezeshkian di media sosial.

AS masih mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara Iran sempat mencabut dan kemudian memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz. Jalur ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Baca Juga: Nikkei Menguat, Saham Teknologi Jepang Diburu di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Ketidakpastian tersebut mendorong harga minyak naik sekitar 5%, di tengah kekhawatiran pasar bahwa gencatan senjata dapat runtuh sewaktu-waktu.

Ketegangan Militer Masih Berlanjut

Militer AS juga melaporkan telah melepaskan tembakan ke kapal kargo berbendera Iran yang menuju pelabuhan Bandar Abbas setelah terjadi kebuntuan di laut. Komando Pusat AS merilis video yang memperlihatkan marinir turun dari helikopter ke atas kapal tersebut.

Sumber keamanan maritim menyebut kapal itu kemungkinan membawa barang-barang yang dianggap memiliki fungsi ganda dan dapat digunakan untuk kepentingan militer.

Iran menuduh AS melakukan “pembajakan bersenjata” dan menyatakan siap menghadapi pasukan AS atas apa yang disebut sebagai agresi terang-terangan.

China, sebagai pembeli utama minyak mentah Iran, juga menyatakan kekhawatiran atas penyitaan paksa kapal tersebut. Presiden China Xi Jinping menyerukan agar lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali normal dan konflik diselesaikan melalui jalur politik dan diplomatik.

Di tengah ketidakpastian apakah perundingan benar-benar akan berlangsung, Pakistan telah menyiapkan hampir 20.000 personel keamanan di Islamabad untuk mengantisipasi pelaksanaan pembicaraan damai tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×