kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Gubernur Baru Bank of Korea Janji Kebijakan Hati-hati di Tengah Risiko Iran


Selasa, 21 April 2026 / 09:47 WIB
Gubernur Baru Bank of Korea Janji Kebijakan Hati-hati di Tengah Risiko Iran
ILUSTRASI. GLOBAL-EMERGING/FLOWS (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gubernur baru bank sentral Korea Selatan, Shin Hyun-song, menegaskan bahwa kebijakan moneter harus dijalankan secara hati-hati dan fleksibel di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.

Dalam pidato pelantikannya dilansir Reuters Selasa (21/4/2026), Shin menyebut gejolak yang dipicu perang Iran telah menciptakan tekanan pada inflasi sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Nikkei Menguat, Saham Teknologi Jepang Diburu di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Kondisi ini juga memicu volatilitas di pasar keuangan serta meningkatkan risiko ketidakstabilan finansial.

“Ketidakpastian terhadap jalur inflasi dan pertumbuhan meningkat akibat guncangan pasokan dari konflik Timur Tengah. Karena itu, diperlukan kebijakan moneter yang hati-hati dan fleksibel untuk menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bank of Korea memutuskan menahan suku bunga acuan pada awal bulan ini, sembari memperingatkan bahwa prospek ekonomi ke depan sangat tidak pasti. Bank sentral juga mengisyaratkan potensi revisi naik proyeksi inflasi dan penurunan outlook pertumbuhan.

Shin menambahkan, lonjakan harga minyak akibat konflik turut memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi, sekaligus membebani aktivitas ekonomi.

Dalam agenda kebijakannya, Shin Hyun-song berencana memperkuat peran bank sentral dalam menjaga stabilitas keuangan.

Baca Juga: Mata Uang Asia Melemah Selasa (21/4) Pagi, Peso Filipina Catat Penurunan Terdalam

Ia juga akan mendorong keseimbangan antara internasionalisasi mata uang won, inovasi digital dalam sistem pembayaran, serta penguatan kebijakan makroprudensial.

Selain itu, bank sentral akan mengambil peran lebih aktif dalam reformasi struktural ekonomi yang dinilai menjadi faktor penting dalam efektivitas kebijakan moneter.

Shin resmi memulai masa jabatan empat tahun pada Selasa (21/4) dan dijadwalkan memimpin rapat kebijakan moneter pertamanya pada 28 Mei mendatang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×