Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan siap melanjutkan operasi militer di Timur Tengah apabila Iran tidak menyetujui kesepakatan damai.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pasukan AS di kawasan telah diposisikan untuk kembali melakukan operasi tempur jika negosiasi dengan Iran gagal mencapai hasil.
Dalam pengarahan di Pentagon pada Kamis (16/4/2026), Hegseth menyampaikan bahwa Iran memiliki pilihan untuk menuju masa depan yang lebih makmur.
"Iran, Anda bisa memilih masa depan yang makmur, sebuah jembatan emas, dan kami berharap Anda melakukannya demi rakyat Iran," ujar Hegseth.
Baca Juga: Pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed Terancam Tertunda, Apa Sebabnya?
Namun, ia juga memperingatkan bahwa jika Iran mengambil keputusan yang salah, maka negara itu akan menghadapi blokade dan serangan terhadap infrastruktur, termasuk sektor listrik dan energi.
"Namun jika Iran memilih dengan buruk, maka mereka akan menghadapi blokade dan bom yang dijatuhkan ke infrastruktur, listrik, dan energi," lanjut Hegseth.
Sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran agar bersedia mencapai kesepakatan, militer AS kini melakukan blokade terhadap seluruh kapal yang berusaha masuk atau keluar dari Iran.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, mengatakan pasukan AS akan secara aktif mengejar kapal berbendera Iran maupun kapal lain yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran.
Baca Juga: Ketergantungan Militer AS pada Starlink Disorot Usai Gangguan Drone Angkatan Laut
"(Kami) akan secara aktif mengejar setiap kapal berbendera Iran atau kapal mana pun yang berupaya memberikan dukungan material kepada Iran," kata Caine.
Ia menambahkan, kapal yang mencoba menerobos blokade akan dicegat dan diperingatkan agar mematuhi perintah AS.
Menurut Caine, penegakan blokade akan dilakukan baik di perairan teritorial Iran maupun di perairan internasional.













