Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sebuah serangan drone dari Iran menargetkan tangki bahan bakar di bandara internasional Kuwait, menyebabkan kebakaran besar tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Mengacu pemberitaan kantor berita negara Kuwait, KUNA yang dilansir Reuters pada Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Won Korea Selatan dan Peso Filipina Menguat Paling Kencang di Asia pada Rabu (1/4)
Tim darurat segera dikerahkan ke lokasi, namun laporan awal menunjukkan kerusakan hanya bersifat material pada fasilitas yang dijalankan oleh Kuwait Aviation Fueling Company, kata juru bicara otoritas penerbangan sipil.
Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri menyatakan tim pertahanan sipil tengah memadamkan api di sebuah fasilitas perusahaan setelah serangan yang disebut berasal dari Iran, dan pihak berwenang mengambil langkah-langkah yang diperlukan di lokasi.
Pernyataan Trump dan Negosiasi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Washington dapat mengakhiri serangan militer terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu, dan Tehran tidak harus membuat kesepakatan sebagai prasyarat untuk menghentikan konflik.
Baca Juga: Aktivitas Pabrik Asia Melambat, Tekanan Biaya dari Perang Iran Meningkat
Pernyataan ini menyoroti perubahan dan kadang kontradiktifnya sinyal dari Washington mengenai akhir perang yang kini memasuki minggu kelima.
Trump menambahkan, AS akan segera meninggalkan kawasan konflik “dalam dua minggu, mungkin dua hingga tiga minggu”.
Ia menekankan, diplomasi yang berhasil dengan Iran bukan prasyarat untuk menyelesaikan operasi militer yang disebut “Operation Epic Fury”.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pesan yang diterima dari utusan khusus AS tidak dapat dianggap sebagai “negosiasi”.
Ancaman terhadap Perusahaan AS dan Hubungan NATO
Pasukan Garda Revolusi Iran mengancam 18 perusahaan AS, termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing, yang akan menjadi target mulai Rabu waktu Tehran. Trump menyatakan tidak khawatir terhadap ancaman tersebut.
Sekretaris Negara AS Marco Rubio menyoroti perlunya meninjau kembali hubungan dengan NATO setelah perang Iran, mengingat beberapa negara Eropa menolak membantu operasi ofensif.
Baca Juga: Yuan Menguat Rabu (1/4), Harapan Redanya Perang Iran Tekan Daya Tarik Dolar
Konflik Berlanjut di Lebanon dan Israel
Perang ini juga memicu kembali konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon.
Sedikitnya tujuh orang tewas dan 24 terluka dalam dua serangan Israel di Beirut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Israel menargetkan seorang komandan senior Hezbollah dan anggota senior lainnya, namun belum mengonfirmasi korban jiwa.
Baca Juga: Menlu Rubio: AS Sudah Melihat Garis Finish Perang Iran
Upaya Mediasi dan Dampak Ekonomi
Pakistan berupaya memediasi, sementara Menteri Luar Negeri China dan Pakistan menyerukan gencatan senjata segera dan dialog perdamaian secepatnya.
Serangan AS-Israel telah merusak fasilitas militer dan industri di Iran, termasuk stasiun radar di Bushehr dan pabrik baja Mobarakeh.
Kenaikan harga minyak dan bahan bakar mulai membebani keuangan rumah tangga AS, dengan harga bensin nasional menembus $4 per galon untuk pertama kali dalam lebih dari tiga tahun.
Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan dua pertiga warga Amerika mendukung pengakhiran keterlibatan AS di Iran secepat mungkin, meski tujuan yang ditetapkan pemerintahan Trump tidak tercapai.













