Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia mengalami pergerakan beragam terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (1/4/2026), dengan won Korea Selatan dan peso Filipina mencatat penguatan terbesar.
Baca Juga: Aktivitas Pabrik Asia Melambat, Tekanan Biaya dari Perang Iran Meningkat
Melansir data Reuters pukul 0211 GMT, berikut kurs mata uang Asia di hadapan dolar AS:
- Won Korea Selatan naik 0,60% ke 1.508 per dolar, setelah sebelumnya berada di 1.517.
- Peso Filipina menguat 0,35% menjadi 60,346 per dolar, dibandingkan 60,557 sehari sebelumnya.
- Mata uang lain seperti yen Jepang turun tipis 0,01% ke 158,730 per dolar, sedangkan baht Thailand melemah 0,40% menjadi 32,690. Rupiah Indonesia naik tipis 0,06% ke 16.980 per dolar.
Baca Juga: Yuan Menguat Rabu (1/4), Harapan Redanya Perang Iran Tekan Daya Tarik Dolar
Jika dilihat sejak awal 2026, beberapa mata uang Asia telah mengalami pergerakan signifikan:
- Won Korea Selatan turun 4,54% dari 1.439,50 di akhir 2025.
- Peso Filipina melemah 2,56% sejak akhir tahun lalu.
- Rupee India tercatat turun paling tajam, 5,23%, sementara yuan China justru menguat 1,52%.
Baca Juga: Menlu Rubio: AS Sudah Melihat Garis Finish Perang Iran
Penguatan won dan peso terjadi di tengah ekspektasi de-eskalasi perang Iran, yang membuat investor kembali mencari aset regional selain dolar AS.













