kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pemerintah Australia tolak beri utang ke Qantas


Rabu, 05 Maret 2014 / 10:32 WIB
Nasabah melakukan transaksi perbankan digital di Jakarta, Jumat (26/8/2022). Jumlah RDN di Bank BNI Terus Meningkat Sejalan Tren Kenaikan Investasi Pasar Saham


Sumber: BBC | Editor: Dikky Setiawan

SIDNEY. Pemerintah Australia menolak permohonan pinjaman utang maskapai Qantas Airline senilai A$ 3 miliar atau setara US$ 2,7 miliar. Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan, pemerintah Australia telah memutuskan untuk tidak memberikan pinjaman kepada Qantas.

Keputusan Pemerintah Australia itu berdasarkan saran kantor akuntan PricewaterhouseCooper (PWC). PWC diutus Abbott untuk memberikan penilaian terhadap keuangan Qantas.

"Kami mengirim beberapa ahli (keuangan) untuk melihat situasi yang terjadi di Qantas. Kesimpulan kami didasarkan pada saran mereka yang menyatakan bahwa Qantas tidak memerlukan fasilitas pinjaman tanpa jaminan dari pemerintah," kata Abbot dalam sebuah wawancara dengan radio lokal, Selasa (4/3).

Meski demikian, kata Abbott, untuk menggairahkan industri penerbangan Australia, ke depannya pemerintah akan mengatur ulang kepemilikan saham asing di maskapai domestik.

Saat ini, aturan kepemilikan saham maskapai di Australia yang berlaku sejak tahun 1990-an, membatasi jumlah kepemilikan asing di maskapai sebesar 49%. Ke depan, pemerintah Australia berencana membatasi maskapai penerbangan asing hanya boleh mengempit saham sebesar 35%.

Namun, rencana Abbott belum mendapat persetujuan dari kalangan senator oposisi. Para senator menilai, langkah Abott tersebut bisa menimbulkan investasi asing lari ke luar Australia.

Pekan lalu, Qantas melaporkan pada setengah tahun di 2013, maskapai mengalami kerugian sebesar A$ 252 juta atau sekitar US$ 225 juta. Akibatnya, manajemen Qantas berniat memangkas 5.000 pekerjaan.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×