kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.924   13,00   0,07%
  • IDX 6.389   54,34   0,86%
  • KOMPAS100 842   6,62   0,79%
  • LQ45 635   2,71   0,43%
  • ISSI 220   2,36   1,08%
  • IDX30 357   1,03   0,29%
  • IDXHIDIV20 441   0,16   0,04%
  • IDX80 96   0,76   0,79%
  • IDXV30 119   0,42   0,36%
  • IDXQ30 114   0,10   0,09%

Pemerintah Uni Eropa Ragu-Ragu Atas Tarif Mobil Listrik China, Ini Alasannya


Kamis, 04 Juli 2024 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Negara Uni Eropa merasa ragu terkait apakah akan mendukung tarif tambahan pada kendaraan listrik buatan China atau tidak. REUTERS/Yves Herman


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Namun, kata sumber resmi dan pemerintah, Republik Ceko, Yunani, Irlandia dan Polandia masih memperdebatkan masalah ini.

Sementara Belgia memiliki pemerintahan sementara dan Belanda baru mendapatkan pemerintahan pada minggu ini.

Dampak negatif

Jerman telah menekankan perlunya solusi negosiasi dengan Beijing. Produsen mobil di negara tersebut mengatakan bahwa tarif adalah pendekatan yang salah, karena dampak negatifnya lebih besar daripada manfaatnya.

Dalam upaya terakhir untuk mempengaruhi negosiasi, asosiasi otomotif pada hari Rabu mendesak Brussels untuk menurunkan tarif.

Menurut para penentang tarif, meningkatnya biaya kendaraan listrik bagi konsumen melemahkan tujuan Uni Eropa untuk menjadi netral karbon pada tahun 2050. 

Pembalasan Beijing yang mungkin terjadi adalah diberlakukannya tarif tambahan terhadap ekspor cognac, daging babi, atau mobil mewah ke Uni Eropa.




TERBARU

[X]
×