kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Pendapatan Meleset dari Estimasi, Alibaba Kalah dari JD.com


Kamis, 15 Mei 2025 / 23:30 WIB
ILUSTRASI. A logo of Alibaba Group is seen at the company's headquarters in Hangzhou, Zhejiang province, China, November 18, 2019. REUTERS/Aly Song/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Putri Werdiningsih

Di China, Alibaba bertarung dengan JD.com dan Pinduoduo untuk memperebutkan pangsa pasar. Telah terjadi perang harga di antara platform online terbesar di China

Situasinya, justru  saingan ALibaba, JD.com  mengalahkan pendapatan kuartal. Mereka melihat pertumbuhan pengguna yang kuat meskipun sejatinya masih dibebani sentimen konsumen China yang masih bergulat dengan krisis properti yang berkepanjangan dan prospek ekonomi yang suram. 

Baca Juga: Perang Kilat: Alibaba & JD.com Bakar Duit Demi Kirim Barang 30 Menit

Saat ini, Alibaba telah secara agresif mengkampanyekan apa yang disebut ritel, memperluas ke dalam apa yang disebut ritel instan, dengan fokus pada kecepatan pengiriman 30 menit - 60 menit, Baik platform JD.com dan Alibaba telah meningkatkan insentif kepada pengguna termasuk kupon untuk memberikan penawaran ritel instan dan pengiriman makanan yang diperluas.

Kepala Eksekutif Grup Bisnis E-commerce Alibaba Jiang Fan mengatakan kepada para analis dalam sebuah panggilan telepon bahwa Alibaba akan berinvestasi agresif dalam bisnis ritel instan dalam jangka pendek.

"Satu hal yang perlu diperhatikan tentang pasar ritel instan ini adalah bahwa ini adalah pasar yang sangat besar,"

Baca Juga: Gandeng Tencent dan Alibaba, GoTo Targetkan Migrasi Cloud Rampung di Q3 2025

Divisi perdagangan internasional Alibaba (AIDC), yang termasuk pemain lintas batas AliExpress, menghasilkan pendapatan sebesar 22%, meskipun pertumbuhan pendapatan masih khilaf.

"Bisnis internasional meleset tetapi saya tidak yakin apakah itu karena AliExpress menderita dampak tarif," tandas Vinci.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×