kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pengembang China bangun kota reklamasi di Malaysia


Minggu, 06 Agustus 2017 / 15:47 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

JOHOR. Country Garden Pasificveiw Sdn Bhd, pengembang proyek properti Forest City telah menginvestasikan sebesar RM 10 juta atau Rp 31,17 miliar untuk pengembangan kota reklamasi di wilayah Iskandar, Malaysia bagian selatan, selama dua tahun terakhir.

Yu Runze, Direktur Strategi Country Garden Pasificview mengatakan pada tahun ini investasi ini akan digunakan untuk pembangunan unit rumah, apartemen, dan infrastruktur pendukung.

"Infrastruktur pendukung ini diantaranya adalah pabrik material kontruksi Industrialised Building System, dan beberapa fasilitas pelengkap seperti lapangan golf," ujar Yu Runze ketika memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (4/8).

Pada 2035 nanti, Yu Runze memperkirakan total investasi yang akan dikucurkan Country Garden bisa mencapai US$ 100 miliar atau Rp 1333 triliun.

Seperti diketahui, Country Garden merupakan pengembang terbesar ketiga di China. Kota reklamasi terbesar di Asia ini diharpakan mempunyai fasilitas pendukung setara bintang lima sampai enam.

Di atas lahan seluas 20 km2 (2025 ha) atau setengah dari luas jakarta pusat nanti rencananya akan dibangun 4 pulau buatan. Diharapkan akan ada 700.000 orang bermukim disini.

Kota reklamasi yang ada di daerah ekonomi khusus Iskandar Malaysia ini akan mempunyai beberapa fasilitas lain seperti perkantoran, pusat perbelanjaan dan pusat kesehatan dan rekreasi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×