kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45827,22   1,41   0.17%
  • EMAS1.040.000 1,17%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Pengembang vaksin China ajak Rusia, Brasil, Arab Saudi untuk uji coba vaksin corona


Sabtu, 11 Juli 2020 / 22:41 WIB
Pengembang vaksin China ajak Rusia, Brasil, Arab Saudi untuk uji coba vaksin corona
ILUSTRASI. Pengembang vaksin asal China, CanSino Biologics sedang dalam pembicaraan dengan beberapa negara untuk uji coba fase III vaksin corona

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pengembang vaksin asal China, CanSino Biologics sedang dalam pembicaraan dengan Rusia, Brasil, Chile dan Arab Saudi untuk meluncurkan uji coba fase III dari vaksin corona (Covid-19) eksperimentalnya.

Keberhasilan China dalam menurunkan infeksi corona, telah mempersulit pelaksanaan uji coba vaksin berskala besar, dan sejauh ini hanya beberapa negara yang setuju untuk bekerja dengan China.

"Kami sedang menghubungi dan Rusia, Brasil, Chile dan Arab Saudi (untuk uji coba Fase III) dan masih dalam diskusi," kata Qiu Dongxu, direktur eksekutif dan salah satu pendiri CanSino pada konferensi pengembangan obat anti-virus di Suzhou, di China timur, Sabtu (11/7) seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: WHO peringatkan virus corona belum terkendali

Dia mengatakan, uji coba Fase III kemungkinan akan dimulai segera dan CanSino berencana merekrut 40.000 peserta untuk tes.

Kandidat vaksin corona Ad5-nCov menjadi yang pertama di China yang dites ke manusia pada bulan Maret tetapi dalam hal kemajuan percobaan masih di bawah pengembang vaksin lainnya.

Dua vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech dan unit China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) sudah disetujui untuk uji coba Tahap III.

Qiu mengatakan, uji coba Fase II yang melibatkan 508 orang telah menghasilkan hasil jauh lebih baik daripada Fase I tentang keamanan vaksin dan kemampuan untuk memicu respons kekebalan. Namun, dia tidak mengungkapkan bukti spesifik.

Kata Qiu, pabrik barunya yang sedang dibangun di China akan memungkinkan untuk memproduksi 100 juta-200 juta dosis vaksin corona per tahun pada awal 2021.

Sejauh ini, belum ada vaksin yang disetujui untuk Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan virus corona baru, yang telah menewaskan lebih dari setengah juta orang di seluruh dunia.

Baca Juga: WHO kirim tim pencari pasien pertama Covid-19 ke China, pakar: Sudah telat enam bulan



TERBARU

[X]
×