kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Pengiriman Gelombang Pertama, Ukraina akan Terima 120-140 Tank Barat


Kamis, 02 Februari 2023 / 05:28 WIB
ILUSTRASI. Ukraina akan menerima 120 hingga 140 tank Barat dalam pengiriman gelombang pertama dari koalisi 12 negara. REUTERS/Clodagh Kilcoyne 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - KYIV. Pada Selasa (31/1/2023), Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, Ukraina akan menerima 120 hingga 140 tank Barat dalam pengiriman gelombang pertama dari koalisi 12 negara.

Mengutip Reuters, Kyiv mendapatkan janji dari Barat bulan ini untuk memasok tank tempur utama untuk membantu menangkis invasi skala penuh Rusia. Seoerti yang diketahui, saat ini, Moskow melakukan upaya besar untuk membuat kemajuan tambahan di Ukraina timur.

“Koalisi tank sekarang memiliki 12 anggota. Saya dapat mencatat bahwa dalam gelombang pengiriman pertama, angkatan bersenjata Ukraina akan menerima antara 120 dan 140 tank model Barat,” kata Kuleba selama briefing online.

Dia mengatakan tank-tank itu akan mencakup Leopard 2 Jerman, Challenger 2 Inggris dan M1 Abrams AS. Bahkan, lanjutnya, Ukraina juga akan mendapatkan pasokan tank Leclerc Prancis yang telah disetujui.

Baca Juga: AS Siapkan Pasokan Senjata Baru Bagi Ukraina Senilai US$ 2 Miliar

Kuleba tidak memberikan batas waktu untuk pengiriman mana pun. Waktu juga akan dibutuhkan untuk pelatihan dengan tank.

Dia mengatakan, Kyiv bekerja di belakang layar untuk memenangkan lebih banyak negara yang mau membantu memasok tank pada apa yang dikatakan para pejabat sebagai saat kritis dalam perang.

"... Kami terus berupaya memperluas keanggotaan koalisi tank dan meningkatkan kontribusi dari mereka yang sudah berjanji," katanya.

Kyiv berencana melancarkan serangan balasan besar-besaran untuk merebut kembali petak-petak wilayah yang diambil oleh Rusia di selatan dan timur negara itu.

Amerika Serikat telah mengatakan kepada Kyiv untuk menunda rencana itu sampai bantuan militer Barat tiba di Ukraina.

Baca Juga: Intel Inggris: Vladimir Putin Panik Berburu Pasukan Perang Ukraina

Ukraina juga khawatir bahwa Rusia dapat melancarkan serangan besarnya sendiri dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×