Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
Baginya, tujuan adalah kompas utama. “Hari akan tetap melelahkan, Anda bisa sakit dan menangis. Tapi setidaknya tahu sedang melangkah ke mana,” ujarnya.
Strategi disiplin ekstrem ini terbukti membawa hasil. Tahun lalu, firma Serhant—dengan hampir 1.500 agen dan 200 karyawan penuh Waktu mencatatkan transaksi penjualan lebih dari US$ 6 miliar.
Pandangan Serhant bukanlah suara tunggal. Sejumlah tokoh bisnis dunia juga meragukan realitas work-life balance bagi mereka yang ingin unggul. Pendiri LinkedIn Reid Hoffman menilai wirausaha harus total.
Baca Juga: Kekayaan Miliarder Pecah Rekor, Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah
“Kalau pendiri bicara soal hidup seimbang, mereka tidak berkomitmen untuk menang,” katanya.
Jeff Bezos pun menyebut keseimbangan sebagai istilah yang keliru. Ia lebih memilih “harmoni”, di mana kepuasan kerja dan kehidupan pribadi saling menguatkan.
Bahkan Barack Obama mengakui, keunggulan di bidang apa pun menuntut fase hidup yang tidak seimbang.
Pesannya tegas: sukses besar jarang lahir dari kompromi setengah-setengah. Bagi Serhant dan para tokoh itu, kerja keras, bahkan ekstrem, bukan pengorbanan, melainkan harga yang harus dibayar untuk mimpi besar.












