kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Penjaga Pantai China Izinkan Filipina Evakuasi Orang Sakit di Laut China Selatan


Rabu, 10 Juli 2024 / 10:31 WIB
ILUSTRASI. Penjaga Pantai China Izinkan Filipina Evakuasi Orang Sakit di Laut China Selatan. REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Penjaga pantai China mengatakan atas dasar kemanusiaan mereka telah "mengizinkan" Filipina mengevakuasi orang yang jatuh sakit di kapal perang tua yang kandas di Second Thomas Shoal, yang terletak di perairan yang diklaim oleh kedua negara.

Penjaga Pantai China mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa malam bahwa mereka memantau dan memverifikasi seluruh operasi pada hari Minggu, yang menurut juru bicaranya dilakukan atas permintaan dari pihak terkait di Filipina.

Sebulan yang lalu, penjaga pantai Filipina menuduh pihak China menghalangi evakuasi medis dari kapal perang tersebut, menyebut tindakan itu "barbar dan tidak manusiawi".

Baca Juga: 13 Kebiasaan Bill Gates yang Membuatnya Sukses Jadi Miliarder

Kementerian luar negeri China mengatakan pada hari yang sama bahwa China akan mengizinkan Filipina untuk mengirimkan pasokan dan mengevakuasi personel jika Manila memberi tahu Beijing sebelum melakukan misi.

Filipina memiliki tentara yang tinggal di kapal perang tua dan berkarat di Second Thomas Shoal, yang sengaja dikandaskan oleh Manila pada tahun 1999 untuk memperkuat klaim maritimnya.

Angkatan laut China beberapa kali bentrok dengan pasukan Filipina yang berusaha memasok kembali kapal yang kandas itu.

Baca Juga: Harga Kopi Robusta Melonjak ke Rekor Tertinggi karena Pasokan Mengetat

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, jalur utama untuk perdagangan kapal senilai $3 triliun per tahun, sebagai wilayahnya sendiri.

Beijing menolak putusan 2016 oleh Pengadilan Arbitrase Permanen yang berbasis di Den Haag yang mengatakan klaim maritim ekspansifnya tidak memiliki dasar hukum. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×