kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Penjualan barang mewah kian mewabah


Rabu, 31 Mei 2017 / 12:36 WIB

Penjualan barang mewah kian mewabah

PARIS. Masyarakat dunia kembali mengoleksi barang mewah. Penjualan barang mewah secara global diperkirakan tumbuh 2% sampai 4% pada tahun ini. Kondisi ekonomi di Eropa dan China yang membaik menjadi pendongkrak.

Kelompok Konsultan Bain & Co dan Asosiasi Industri Barang Mewah Italia, Altagamma, memprediksikan, total pendapatan sektor barang mewah mencapai 254 miliar- 259 miliar atau setara dengan 221,16 miliar- 225,51 miliar pada tahun ini. Pada tahun lalu penjualan barang mewah mencapai 249 miliar. Barang mewah tersebut diantaranya jam tangan, perhiasan, pakaian, sepatu dan barang kulit.

Bain & Co meramal, bulan Oktober akan menjadi puncak penjualan barang mewah. Pada bulan itu, pertumbuhan penjualan barang mewah diperkirakan tumbuh hingga 27%. Sementara pada kuartal I 2017 lalu pendapatan barang mewah naik 4%.

Mitra Bain & Co sekaligus penulis studi barang mewah Claudia D'Arpizio menjelaskan, tahun lalu menjadi tahun sulit namun memasuki kuartal I-2017 mulai ada sentimen positif yang menggerakkan industri barang mewah. Salah satunya permintaan dari China yang mulai membaik. "Plus pandangan positif tentang pariwisata di Eropa yang didukung sejumlah turis dan masyarakat Eropa. Sehingga menggerakkan pasar barang mewah," terang D'Arpizio seperti dikutip Reuters.

Riset Bain ini didukung kinerja sejumlah perusahaan peritel barang mewah seperti Louis Vuitton, Kering dan Hermes yang membukukan kinerja positif pada kuartal I lalu. "Kami akan merevisi perkiraan pasar kami dengan pertumbuhan bisnis yang sehat," kata Partner Bain Federica Levato. Penjualan barang mewah diperkirakan naik 7%-9% pada tahun ini.

Wisatawan ke Eropa

Pariwisata di Eropa yang mulai menggeliat karena wisatawan kembali berdatangan juga menopang penjualan barang mewah.

Hal ini didorong sejumlah negara yang berhasil merebut hati wisatawan. Misalnya, Spanyol yang dipandang relatif aman. Atau Inggris yang memiliki akomodasi lebih murah karena melorotnya mata uang pasca Brexit.

Pada tahun depan, pasar barang mewah diperkirakan tumbuh 3%-4% secara rata-rata dengan penjualan lebih dari 280 miliar- 290 miliar pada 2020. Hal ini didorong kelas menengah China yang sedang tumbuh.

Pada 2025, generasi milennial yang lahir setelah 1980-1995 diperkirakan mewakili 45% konsumen barang mewah secara keseluruhan. Separuh dari total konsumen barang mewah diperkirakan dari Asia. Bain meramalkan penjualan di Asia menyusut 2%-4% pada 2017, meskipun penjualan di Hong Kong, Makau dan Singapura membaik. Namun penjualan di Taiwan dan Asia Tenggara menurun.

Di Amerika Serikat yang menjadi pasar barang mewah terbesar dunia justru sedang melemah. Ini karena faktor dollar AS yang tidak pasti akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump.


Reporter: Mona Tobing
Editor: Rizki Caturini

Video Pilihan


Close [X]
×