kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Penjualan EV China Melambat, Ekspor Jadi Andalan


Kamis, 13 Agustus 2026 / 18:43 WIB
Penjualan EV China Melambat, Ekspor Jadi Andalan
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY-TRADE (AFP/CN-STR)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – LONDON. Pasar kendaraan listrik (EV) China mulai kehilangan momentum. Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV) di Negeri Tirai Bambu turun 5% secara tahunan menjadi 980.000 unit pada Juli 2026.

Melansir Reuters (13/8), data Benchmark Mineral Intelligence (BMI) menunjukkan pelemahan China terjadi di tengah pertumbuhan pasar EV global. Penjualan EV dunia pada Juli mencapai 1,85 juta unit, naik 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menjadi pertumbuhan global selama lima bulan berturut-turut. Secara kumulatif, penjualan Januari-Juli mencapai 11,5 juta unit.

China masih menjadi pasar terbesar dalam penjualan EV global. Namun, perlambatan pasar domestik mendorong produsen otomotif China semakin agresif mencari pertumbuhan dari luar negeri.

Data penjualan otomotif China menunjukkan ekspor kendaraan melonjak 88,2% menjadi 923.000 unit pada Juli. Pengiriman kendaraan listrik dan plug-in hybrid bahkan melesat 147,8% secara tahunan, meski penjualan lokal turun 3,9%.

Perubahan ini menunjukkan ekspor semakin penting bagi produsen EV China ketika persaingan di pasar domestik semakin ketat. Produsen China juga mulai memperluas pasar ke Eropa, Asia Tenggara, Amerika Latin dan Timur Tengah.

Baca Juga: Defisit Anggaran AS Tembus Rekor, Tarif Justru Jadi Beban

Di sisi lain, pertumbuhan pasar EV global justru semakin ditopang Eropa. Berdasarkan data BMI, penjualan EV di Eropa naik 33% menjadi 450.000 unit pada Juli. Prancis mencatat pertumbuhan 81%, Jerman 46% dan Inggris 43%. Pertumbuhan tersebut antara lain didorong kembalinya program subsidi EV di sejumlah negara.

Sebaliknya, penjualan EV di Amerika Utara turun 27% menjadi 140.000 unit, setelah berakhirnya kredit pajak EV federal di Amerika Serikat. Sementara itu, penjualan di kawasan lain melonjak 97% menjadi 280.000 unit.

Dengan demikian, peta pertumbuhan EV global mulai berubah. China masih memimpin dari sisi volume, tetapi pertumbuhan penjualannya melambat. Sementara Eropa dan sejumlah pasar lainnya menjadi sumber pertumbuhan baru bagi industri EV.

Secara global, prospek EV masih positif. International Energy Agency (IEA) memperkirakan penjualan mobil listrik dunia mencapai sekitar 23 juta unit pada 2026, setara 28% dari total penjualan mobil global. Di China, penjualan mobil listrik diperkirakan tetap tumbuh, tetapi dengan laju lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kepercayaan Konsumen Thailand Naik pada Juli, Tembus Level 51,8




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×