kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Perang Rusia-Ukraina Berlarut, Krisis Pangan Dunia Sudah di Depan Mata


Sabtu, 19 Maret 2022 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Gandum Rusia. Perang Rusia-Ukraina Berlarut, Krisis Pangan Dunia Sudah di Depan Mata


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga Gandung dan biji-bijian lainnya melonjak sejak serangan Rusia ke Ukraina. Hal ini memunculkan kekhawatiran terjadinya krisis pasokan pangan yang membuat harga pangan global melonjak dan memicu kerawanan pangan di seluruh dunia.

Hal ini terjadi karena Rusia dan Ukraina adalah dua negara produsen utama gandum dunia. Dua negara termasuk pengekspor gandum dan sereal lainnya ke seluruh dunia. Baik Rusia maupun Ukraina sama-sama masih memiliki hasil panen dari tahun lalu yang siap untuk diekspor. 

Namun dengan kondisi perang saat ini, proses ekspor tersebut sulit dilakukan. Apalagi produk Rusia juga semakin sulit dijangkau karena sanksi Barat.

Baca Juga: Kemenkeu Berhitung Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Indonesia

"Sementara Ukraina tidak dapat dijangkau, Rusia tidak dapat disentuh," ujar Michael Magdovitz dari Rabobank seperti dikutip dari MoneyWeek, Sabtu (19/3).

Ia mengingatkan perang berkepanjangan dua negara bertetangga tersebut akan menimbulkan gangguan pasokan pangan dunia.

Sebagai dampak dari kondisi ini, negara-negara termasuk Hungaria, Turki, Aljazair, Argentina, dan Indonesia telah memberlakukan larangan total atau sebagian terhadap ekspor biji-bijian atau makanan lainnya.   

Ini merupakan tanda-tanda pertama, para analis memperkirakan, akan beralih ke nasionalisme pangan yang lebih besar. 

Baca Juga: Perang Rusia - Ukraina Bisa Picu Biaya Pangan Global Melonjak 22%

Beberapa orang berpikir kejutan pasokan gandum akan memicu lonjakan harga, kekurangan dan bahkan kerusuhan sosial di negara-negara yang sangat bergantung pada impor dari Ukraina dan Rusia – terutama di Timur Tengah dan Afrika utara.

Seberapa penting kedua negara itu?

Rusia dan Ukraina adalah dua produsen dan pengekspor komoditas pertanian terpenting di dunia – terutama tanaman sereal, termasuk jelai, gandum, dan jagung. Secara keseluruhan, kedua negara mengekspor 12% dari kalori makanan yang diperdagangkan di seluruh dunia. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×