Perang Ukraina Menunjukkan Berakhirnya Dominasi Barat, China Bangkit!

Senin, 18 Juli 2022 | 06:11 WIB Sumber: Reuters
Perang Ukraina Menunjukkan Berakhirnya Dominasi Barat, China Bangkit!

ILUSTRASI. Perang Ukraina menunjukkan bahwa dominasi Barat akan segera berakhir ketika China naik ke status adidaya dalam kemitraan dengan Rusia


KONTAN.CO.ID - LONDON. Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengatakan, perang Ukraina menunjukkan bahwa dominasi Barat akan segera berakhir ketika China naik ke status adidaya dalam kemitraan dengan Rusia di salah satu titik perubahan paling signifikan dalam berabad-abad.

Melansir Reuters, Blair menjelaskan, dunia berada pada titik balik dalam sejarah yang sebanding dengan akhir Perang Dunia Kedua atau runtuhnya Uni Soviet: tetapi kali ini Barat jelas tidak berkuasa.

"Kita akan mengakhiri dominasi politik dan ekonomi Barat," kata Blair dalam kuliah berjudul "Setelah Ukraina, Pelajaran Apa Sekarang untuk Kepemimpinan Barat?"

Blair menambahkan, "Dunia akan menjadi setidaknya bi-polar dan mungkin multi-polar. Perubahan geo-politik terbesar abad ini akan datang dari China bukan Rusia."

Invasi Rusia ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang dan memicu krisis paling serius dalam hubungan antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba 1962, ketika banyak orang khawatir dunia berada di ambang perang nuklir.

Baca Juga: Ini 2 Hal yang Tidak Disepakati Forum Menteri Keuangan dan Bank Sentral G20

Presiden Vladimir Putin mengatakan Barat telah menyatakan perang ekonomi dengan mencoba mengisolasi ekonomi Rusia dengan sanksi. Kremlin juga mengatakan Rusia akan beralih ke kekuatan seperti China dan India.

Perang di Ukraina, kata Blair, telah mengklarifikasi bahwa Barat tidak dapat mengandalkan China untuk berperilaku dengan cara yang dianggap rasional.

Presiden China Xi Jinping terus mendukung Putin dan mengkritik sanksi "penyalahgunaan" oleh Barat. Putin telah menjalin apa yang disebutnya "kemitraan strategis" dengan China.

Baca Juga: Kenaikan Ekspor Topang Pertumbuhan Kredit Ekspor Perbankan

Data Reuters menunjukkan, China pada tahun 1979 memiliki ekonomi yang lebih kecil dari Italia. Akan tetapi, setelah membuka investasi asing dan memperkenalkan reformasi pasar, China telah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia.

Ekonominya diperkirakan akan menyalip Amerika Serikat dalam satu dekade dan memimpin beberapa teknologi abad ke-21 seperti kecerdasan buatan, pengobatan regeneratif dan polimer konduktif.

"Tempat China sebagai negara adidaya adalah wajar dan dapat dibenarkan. Ini bukan Uni Soviet," kata Blair, yang pernah menjadi perdana menteri dari 1997 hingga 2007. Sekutunya kemungkinan besar adalah Rusia dan Iran.

Barat seharusnya tidak membiarkan China menyalip secara militer, katanya.

"Kita harus meningkatkan pengeluaran pertahanan dan mempertahankan superioritas militer," kata Blair. 

"Amerika Serikat dan sekutunya harus cukup unggul untuk memenuhi segala kemungkinan atau jenis konflik dan di semua bidang," tambahnya.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru