kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Percepat akses vaksin Covid-19 di negara miskin, ini yang dilakukan


Jumat, 01 Januari 2021 / 08:05 WIB
ILUSTRASI. WHO pada Kamis (13/12/2020) mendaftarkan vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech untuk penggunaan darurat. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ZURICH. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (13/12/2020) mendaftarkan vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech untuk penggunaan darurat. Ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat akses di negara berkembang.

Reuters memberitakan, Badan kesehatan PBB mengatakan akan bekerja dengan mitra regional untuk memberi tahu otoritas kesehatan nasional tentang suntikan dua dosis dan manfaat yang diharapkan.

WHO menetapkan proses daftar penggunaan darurat (EUL) untuk membantu negara-negara miskin yang minim sumber daya, melalui persetujuan penggunaan obat-obatan penyakit baru seperti Covid-19, yang jika tidak dilakukan, dapat menyebabkan penundaan.

Tinjauan WHO menemukan bahwa vaksin Pfizer/BioNTech memenuhi kriteria "harus dimiliki" untuk keamanan dan manfaat kemanjuran lebih besar daripada risikonya.

Baca Juga: Sebanyak 1,8 juta vaksin Sinovac dari China langsung dibawa ke Bio Farma

“Ini adalah langkah yang sangat positif untuk memastikan akses global ke vaksin Covid-19,” kata Mariangela Simao, pemimpin program akses obat-obatan WHO seperti yang dilansir Reuters.

Dia menambahkan, “Tapi saya ingin menekankan perlunya upaya global yang lebih besar untuk mencapai pasokan vaksin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan populasi prioritas di mana pun.”

Baca Juga: Kebutuhan vaksin COVID-19 bagi rakyat Indonesia diperkirakan mencapai 426 juta dosis




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×