kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.33%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Perdana Menteri: Ekonomi Yunani tidak akan ditutup lagi karena Covid-19


Senin, 05 Juli 2021 / 06:18 WIB
Perdana Menteri: Ekonomi Yunani tidak akan ditutup lagi karena Covid-19
ILUSTRASI. PM Yunani menegaskan, perekonomian Yunani tidak akan ditutup lagi karena pandemi virus corona. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ATHENA. Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan dalam wawancara dengan surat kabar yang dirilis pada Minggu (4/7/2021), perekonomian Yunani tidak akan ditutup lagi karena pandemi virus corona, jika hanya untuk melindungi kelompok minoritas yang tidak divaksinasi.

Melansir Reuters, Yunani telah bernasib baik dalam gelombang pertama Covid-19 tahun lalu. Akan tetapi, kebangkitan infeksi Covid-19 telah memaksa negara itu untuk memberlakukan pembatasan penguncian sejak November yang telah menelan biaya miliaran euro untuk ekonomi yang perlahan bangkit dari krisis.

Yunani telah melonggarkan pembatasan karena tingkat infeksi yang menurun. Akan tetapi, kini ada peningkatan kekhawatiran tentang penyebaran varian Delta yang lebih menular.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, sekitar 35% dari 11 juta penduduk Yunani sudah divaksinasi lengkap. Demi mendorong program ini, pemerintah pada pekan lalu menawarkan uang tunai dan data telepon kepada kaum muda.

Baca Juga: Ajang Kejuaraan Euro 2020 Pacu Lagi Kasus Positif Covid-19

"Ketika kami memberlakukan tindakan menyeluruh, tidak ada vaksin. Kami memiliki vaksin sekarang," kata Mitsotakis kepada surat kabar Kathimerini seperti yang dikutip Reuters.

Mitsotakis mengatakan dia tidak bisa memberlakukan kewajiban vaksin bagi warga. "Tetapi semua orang memikul tanggung jawabnya. Negara ini tidak akan ditutup lagi untuk melindungi beberapa orang yang tidak divaksinasi," tegasnya.

Selain itu, Mitsotakis juga membahas hubungannya dengan Turki. Dia berharap, hubungan antara Yunani dan Turki akan lebih baik musim panas ini daripada musim panas lalu ketika dua rival bersejarah itu nyaris terlibat konflik bersenjata.

Baca Juga: Varian Delta menyapu Asia, infeksi di Australia dan Korsel rekor!

Kedua sekutu NATO, yang berselisih mengenai klaim teritorial yang bersaing di Mediterania timur atas kapal migran dan status Siprus, telah berusaha untuk menurunkan ketegangan sejak itu.

"Saya lebih yakin musim panas 2021 akan lebih tenang daripada musim panas 2020," kata Mitsotakis.

"Namun, kami belum menyelesaikan perbedaan kami dan akan ada konsekuensi bagi Turki jika memilih untuk memicu ketegangan," tambahnya.

 

Selanjutnya: Sekitar 2.000 warga Skotlandia yang terinfeksi Covid-19 hadiri pertandingan Euro 2020

 




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×