kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Terdeteksi Kanker Prostat, Jalani Operasi


Minggu, 29 Desember 2024 / 21:24 WIB
 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Terdeteksi Kanker Prostat, Jalani Operasi
ILUSTRASI. Perdana Menteri Israel yang baru dilantik Benjamin Netanyahu bersulang saat rapat kabinet di Yerusalem, 29 Desember 2022.Ariel Schalit/Pool via REUTERS


Sumber: IRNA,Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan masuk rumah sakit pada Minggu (29/12) untuk menjalani operasi pengangkatan prostat. Langkah ini diambil setelah Netanyahu didiagnosis mengalami infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh pembesaran prostat jinak, sebagaimana diumumkan oleh Kantor Perdana Menteri Israel.  

Menurut pernyataan yang dikutip dari kantor berita Palestina, Samas, Netanyahu telah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hadassah. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi saluran kemih akibat tumor jinak di prostatnya. Setelah menerima perawatan antibiotik, infeksi tersebut telah dinyatakan sembuh, tetapi operasi tetap diperlukan.  

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi Kritik Keras PM Israel Benjamin Netanyahu di Sidang Umum PBB

Ini menjadi insiden kesehatan ketiga yang dialami Netanyahu tahun ini. Sebelumnya, ia menjalani operasi hernia pada Maret dan pemasangan alat pacu jantung pada Juli akibat insiden medis lainnya.  

Netanyahu, yang kini memimpin Partai Likud, telah menjabat sebagai pemimpin rezim Zionis sejak 2022. Ia juga pernah menduduki posisi serupa selama beberapa periode empat tahun sebelumnya.  

Netanyahu juga dikenal sebagai arsitek utama perang di Jalur Gaza yang telah menewaskan hampir 46.000 orang, mayoritas wanita dan anak-anak, sejak konflik eskalasi dimulai pada 7 Oktober 2023.  




TERBARU

[X]
×