kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Perdana Menteri Lee: Singapura hadapi situasi serius virus corona


Kamis, 12 Maret 2020 / 21:37 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong berbicara dalam KTT Bisnis dan Investasi ASEAN di Singapura, 12 November 2018.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perdana Menteri Lee Hsien Loong memperingatkan, Singapura menghadapi "situasi serius", dengan kemungkinan lonjakan kasus baru virus corona, lebih banyak kluster, dan gelombang baru infeksi dari negara lain.

Tapi, melansir Channelnewsasia.com, Lee menegaskan, situasi tetap terkendali dan Singapura tidak akan mengerek Kondisi Sistem Penanggulangan Penyakit (DORSCON) ke level Merah.

Dalam pidato yang disiarkan langsung televisi, Kamis (13/3), Lee mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah sebagai pandemi. "Diperkirakan akan berlanjut untuk beberapa waktu, satu tahun, dan mungkin lebih lama," katanya.

Baca Juga: Bak situasi perang, begini kondisi rumahsakit di Italia saat wabah virus corona

Meskipun Singapura telah mengambil langkah-langkah penangangan virus corona dengan "sangat serius" dan WHO memakainya sebagai contoh untuk negara lain tiru, Lee menyatakan, negeri Merlion menghadapi "situasi serius".

"Kami memperkirakan, lebih banyak kasus impor. Dan karena itu, kluster baru dan gelombang infeksi baru kali ini datang dari banyak negara, bukan lagi satu atau dua negara," ujar Lee.




TERBARU

[X]
×