Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Sebagai pengelola dana terbesar di dunia dengan aset senilai 11,6 triliun dolar AS per 31 Desember, BlackRock memiliki pengaruh besar di pasar keuangan.
Surat tahunan Fink selalu menjadi sorotan, terutama sejak ia menyoroti isu perubahan iklim pada 2020 dan menuntut perusahaan untuk lebih peduli terhadap isu sosial, termasuk keberagaman tenaga kerja.
Namun, langkah BlackRock menuai kritik dari politisi Partai Republik di negara bagian penghasil energi, yang menyebabkan perusahaan itu menarik diri dari kelompok investor berfokus lingkungan.
Keputusan ini telah membantu BlackRock mendapatkan kembali kepercayaan sebagian politisi Republik, terutama setelah kesepakatan untuk membeli dua pelabuhan di kedua sisi Terusan Panama. Meskipun demikian, kesepakatan tersebut masih menghadapi tantangan dari ketegangan perdagangan internasional.
Baca Juga: Kebijakan Proteksionisme Donald Trump Hadirkan Tantangan dan Peluang Bagi Indonesia
Dalam suratnya, Fink juga memperingatkan bahwa status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia tidak dijamin akan bertahan selamanya.
Ia menyoroti meningkatnya utang nasional AS sebagai faktor risiko dan menyatakan bahwa jika defisit terus membengkak, posisi dolar dapat terancam oleh aset digital seperti Bitcoin.