kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -7.000   -0,38%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Peringatan Bos BlackRock di Tengah Menguatnya Proteksionisme di Era Trump


Senin, 31 Maret 2025 / 21:31 WIB
Peringatan Bos BlackRock di Tengah Menguatnya Proteksionisme di Era Trump
ILUSTRASI. Larry Fink, Ketua dan CEO BlackRock, berbicara selama wawancara dengan CNBC di lantai New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, AS, 14 April 2023. CEO dan Ketua BlackRock, Larry Fink, memperingatkan bahwa proteksionisme semakin menguat, yang menurutnya disebabkan kesenjangan kekayaan.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Sebagai pengelola dana terbesar di dunia dengan aset senilai 11,6 triliun dolar AS per 31 Desember, BlackRock memiliki pengaruh besar di pasar keuangan. 

Surat tahunan Fink selalu menjadi sorotan, terutama sejak ia menyoroti isu perubahan iklim pada 2020 dan menuntut perusahaan untuk lebih peduli terhadap isu sosial, termasuk keberagaman tenaga kerja.

Namun, langkah BlackRock menuai kritik dari politisi Partai Republik di negara bagian penghasil energi, yang menyebabkan perusahaan itu menarik diri dari kelompok investor berfokus lingkungan. 

Keputusan ini telah membantu BlackRock mendapatkan kembali kepercayaan sebagian politisi Republik, terutama setelah kesepakatan untuk membeli dua pelabuhan di kedua sisi Terusan Panama. Meskipun demikian, kesepakatan tersebut masih menghadapi tantangan dari ketegangan perdagangan internasional.

Baca Juga: Kebijakan Proteksionisme Donald Trump Hadirkan Tantangan dan Peluang Bagi Indonesia

Dalam suratnya, Fink juga memperingatkan bahwa status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia tidak dijamin akan bertahan selamanya. 

Ia menyoroti meningkatnya utang nasional AS sebagai faktor risiko dan menyatakan bahwa jika defisit terus membengkak, posisi dolar dapat terancam oleh aset digital seperti Bitcoin.

Selanjutnya: Bursa Saham Inggris Anjlok setelah Trump Isyaratkan Eskalasi Tarif

Menarik Dibaca: Cara Menata Dudukan TV Seperti Influencer Gaya Pinterest Favorit Anda


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×