Peringatan Rusia ke NATO: Kekalahan Kami Dapat Memicu Perang Nuklir

Jumat, 20 Januari 2023 | 11:30 WIB Sumber: Reuters
Peringatan Rusia ke NATO: Kekalahan Kami Dapat Memicu Perang Nuklir

ILUSTRASI. Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev.


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, menyampaikan ancaman serius kepada NATO melalui akun Telegram pribadinya pada hari Kamis (19/1). Medvedev menyebut kekalahan Rusia dalam perang di Ukraina bisa memicu perang nuklir.

"Kekalahan kekuatan nuklir dalam perang konvensional dapat memicu perang nuklir. Kekuatan nuklir tidak pernah kalah dalam konflik besar yang menjadi sandaran nasib mereka," kata Medvedev, seperti dikutip Reuters.

Medvedev, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, juga menyoroti agenda pertemuan NATO dengan sejumlah pejabat pertahanan lainnya di Jerman hari Jumat (20/1) ini.

Menurutnya, aliansi Barat itu harus memikirkan risiko kebijakan mereka terkait upaya dan strategi untuk mengalahkan Rusia.

Baca Juga: Rusia: Tank-Tank Inggris Akan Terbakar Habis di Ukraina

Ancaman Nuklir Rusia

Telah diketahui bahwa invasi Rusia ke Ukraina merupakan salah satu konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Bahkan lebih besar dari Krisis Rudal Kuba tahun 1962 yang membenturkan Uni Soviet dan Barat.

Sejak invasi dimulai 24 Februari 2022, Medvedev telah berulang kali mengangkat ancaman perang nuklir. Namun, ancamannya baru-baru ini seolah menunjukkan bahwa Rusia menyadari bahwa pihaknya memang sedang terdesak.

Baca Juga: PBB: 7.000 Warga Sipil Tewas Selama Perang di Ukraina

Rusia dan Amerika Serikat, sejauh ini merupakan kekuatan nuklir terbesar, memiliki sekitar 90% hulu ledak nuklir dunia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut saat ini operasi militer Rusia di Ukraina masih dalam situasi terkendali. Peskov menyebut pernyataan Medvedev juga telah sesuai dengan doktrin nuklir Rusia.

"Pernyataan Medvedev sepenuhnya sesuai dengan doktrin nuklir Rusia yang memungkinkan serangan nuklir jika ada agresi terhadap Federasi Rusia dengan senjata konvensional dan kedaulatan negara terancam," kata Peskov.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru