kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Perkuat armada perang, Malaysia beli 18 jet tempur


Kamis, 28 Maret 2013 / 16:14 WIB
ILUSTRASI. Menu hasil SKD CPNS 2021 pada laman SSCASN telah dibuka. ANTARA FOTO/Makna Zaezar


Sumber: Reuters | Editor: Asnil Amri

LANGKAWI. Malaysia berusaha membeli 18 pesawat tempur tahun 2015 untuk menggantikan armada tempur buatan Rusia MIG-29s yang sudah berusia tua. Rencana ini disampaikan menteri pertahanan Malaysia, Zahid Hamidi Kamis (28/3).

Sampai saat ini, Malaysia belum memutuskan pesawat yang akan di beli. Namun, menurut Zahid Hamidi, ada pilihan dari Malaysia untuk membeli Eurofighter Typhoon, SAAB JAS-39 Gripen, Dassault Aviation Rafale, F Boeing / A 18E / F Super Hornet dan Sukhoi Su-30.

Rencana pembelian 18 pesawat tempur itu disampaikan Zahid di sela-sela Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition. "Kami belum tahun berapa biayanya,” kata Zahid yang tidak menyebutkan anggarannya.

Sementara itu, sumber Reuters dari pelaku industri mengatakan, pembelian pesawat tempur oleh Malaysia itu dilakukan untuk memodernisasi kekuatan udara Malaysia di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, beberapa waktu lalu Malaysia bersengketa dengan kawasan Filipina selatan di Sabah.

Sementara itu, empat produsen pesawat tempur yang menjadi pilihan Malaysia itu bersedia untuk menyediakan pesawat untuk Malaysia. Namun, produsen pesawat Sukhoi memilih enggan memberikan komentar terkait rencana pembelian pesawat oleh Malaysia itu.

Mark Kane, managing director divisi Air Combat di BAE Systems bilang, perusahaannya telah melakukan pembicaraan informal dengan pemerintah Malaysia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×